Akses Jalan Masuk ke Lokasi Wisata Jalan Berbentuk Salib di Oetalu Perlu Diperhatikan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Akses jalan masuk ke lokasi destinasi wisata jalan berbentuk salib di Kompleks Perumahan Sejahtera Oetalu, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur perlu diperhatikan, baik oleh developer maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang.

Kalau mau lokasi destinasi wisata itu terkenal dan dikunjungi banyak orang, maka yang perlu diperhatikan pertama oleh developer atau pemerintah adalah akses jalan masuk  ke Perumahan Sejahtera Oetalu harus dibangun hotmik, baik melalui pintu masuk Jalan Claret Matani maupun dari Tarus menuju Baumata, kata Dr. Karolus Kopong Medan,S.H,M.Hum, salah satu tokoh masyarakat Desa Penfui Timur kepada wartawan media ini di Matani, Minggu (23/2/2020).

Baca juga :  HUT Bank NTT ke-59, Gubernur Laiskodat Berikan Apresiasi

Bagi dia, jalan berbentuk salib yang dibangun developer di lokasi Perumahan Sejahtera  Oetalu, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang adalah satu-satunya yang ada di permukiman perumahan di NTT, tetapi harus ditunjangani dengan pembangunan infrastruktur jalan masuk melalui Jalan Claret Matani dan ruas Jalan Tarus – Baumata.

Kalau jalan masuk  tidak diperbaiki, maka sebaik apapun destinasi jalan berbentuk salib di Perumahan Sejahtera  Oetalu itu, tidak akan dikunjungi oleh wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.

Oleh karena itu,  developer bersama Pemkab Kupang harus serius membangun jalan masuk  ke lokasi Perumahan Sejahtera  Oetalu  itu.

Begitupun  jalan masuk menuju Perumahan Matani yang  saat ini kondisi jalannya sudah rusak parah karena banyak kendaraan berat yang melintasi jalan itu, seperti kendaraan berat milik PT. Bumi Indah yang keluar masuk ke AMP miliknya di daerah Matani, Desa Penfui Timur.

Baca juga :  Antisipasi Penularan Covid-19, Semua Guru di Mabar Harus Divaksinasi

“Ini tidak saja tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggungjawab developer atau perusahaan sebagai  bentuk tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat. Mereka boleh mengembangkan usahanya,  tetapi masyarakat di sekitarnya juga tidak boleh dikorbankan,”tutupnya. (ade)