Musrenbangcam Lamba Leda, Empat Poin Prioritas Dibahas dalam RKPD Tahun 2021

BORONG, NTT PEMBARUAN.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam)  Tingkat Kecamatan Lamba Leda di Aula Gereja St. Yusuf Benteng Jawa,  Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur,  Kamis (20/2/2020)

Hadir dalam kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matim, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Matim, para pejabat administrator dan pengawas ASN Lingkup Pemkab Matim, para kepala desa se-Kecamatan Lamba Leda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh pemuda, pimpinan NGO/LSM, pelaku usaha/bisnis, serta insan pers.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produk Ekonomi Melalui Pembangunan Potensi Unggulan Lokal Menuju Industri Berbasis Pertanian”.

Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Camat Lamba Leda, Albertus Rangkak menjelaskan, tema tersebut merupakan turunan dari misi 2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019-2024, yang fokus utamanya pada pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal, yaitu pertanian, pariwisata, industri kecil, koperasi dan UMKM, serta pembangunan desa berbasis budaya lokal.

Meskipun demikian, kata Camat Albertus, hal itu tidak berarti pembangunan ekonomi tidak memiliki irisan dengan bidang-bidang pembangunan lainnya.  “Antara pembangunan ekonomi dan bidang-bidang pembangunan lainnya  akan saling mendukung dan timbal balik memberi dampak, dan pada akhirnya baik pembangunan ekonomi, maupun pembangunan bidang-bidang lainnya akan secarabersamaan memberikan manfaat dan dampak bagi kehidupankita semua”, jelasnya.

Baca juga :  Produktif Saat Pandemi, Program Diskon Tambah Daya Listrik “SUPER WOW” Tembus 367 Ribu Pendaftar

Berdasarkan pemahaman tersebut lanjut Camat Albertus, maka dalam rancangan RKPD Tahun Anggaran 2021 ada empat (4) poin prioritas utama, pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pembangunan kesehatan, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Kedua, pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan produktivitas sektorp pertanian dan perkebunan, peningkatan produktivitas sektor peternakan dan perikanan, peningkatan pertumbuhan sektor jasa serta peningkatan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Ketiga, pembangunan infrastruktur dasar yang merata dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan melalui peningkatan kualitas infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar, peningkatan kualitas lingkungan hidup, ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Kempat, reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik yang optimal melalui peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, dan peningkatan kinerja pelayanan publik.

Intervensi atas empat poin prioritas tersebut, kata Albertus, diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya kualitas SDM di Kabupaten Manggarai Timur.  Meningkatnya pertumbuhan ekonomi, berkurangnya ketimpangan antar wilayah serta meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dan kinerja pelayanan publik, ungkapnya.

“Selain melihat empat poin prioritas tersebut,  kita juga perlu melihat fokus kerja pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (Pemprov) pada Tahun 2020 – 2024, agar usulan atau rancangan rencana kerja kita selaras dengan rencana kerja pemerintah pusat dan Pemprov NTT,” jelas dia.

Selama Tahun 2020-2024 fokus kerja pemerintah pusat antara lain, pertama, pembangunan sumber daya manusia dengan prioritas utama membangun sumber daya manusia yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga :  Cegah Penularan Covid-19, PLN ULP Ruteng Bantu APD Pada Masyarakat Matim

Kedua, pembangunan infrastruktur dengan prioritas utama menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, transformasi ekonomi dengan prioritas utama transformasi dari ketergantungan sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern, dan empat, penyederhanaan regulasi dan birokrasi.

Sementara, fokus kerja Pemerintah Provinsi NTT selama Tahun 2019-2024 memiliki, pertama,  pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Kedua, produktivitas dan daya saing ekonomi petani, peternak dan nelayan yang berkelanjutan, ketiga, percepatan penanggulangan kemiskinan dan masalah sosial, keempat, penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim, kelima, peningkatan kualitas hidup masyarakat NTT, dan enam, reformasi birokrasi.

“Keselarasan rancangan rencana kerja Pemkab Matim dengan rancangan rencana kerja Pempus maupun Pemprov NTT, tidak boleh diabaikan karena memiliki implikasi pada penganggaran  dan juga rencana kerja kita mesti ikut menjawab  isu-isu strategis pembangunan nasional,”.tukasnya.

Kata Camat Albertus, kerangka perencanaan tersebut juga berlaku untuk pemerintah desa/kelurahan di Kabupaten Manggarai Timur. “Rencana kerja pemerintah desa/kelurahan mesti ikut menjawab isu-isu strategis pembangunan di Kabupaten Manggarai Timur. Rencana kerja pemerintah desa/kelurahan tidak boleh berjalan lain, tetapi mesti selaras dengan rencana kerja Pemerintah Kabupaten,”imbuhnya.

Ia juga berharap, agar dalam mengajukan usulan perlu dicermati dengan baik sebelumnya.”Kita perlu mencermati dengan baik usulan-usulan pembangunan yang kita ajukan dalam usulan pembangunan, manakah yang didorong untuk dibiayai oleh APBN dan APBD Provinsi NTT dan APBD Kabupaten Manggarai Timur, itulah yang perlu diusulkan dalam Musrenbang ini. Sedangkan program dan kegiatan yang berskala desa yang dibiayai dari APBDes, tidak perlu diusulkan dalam Musrenbang ini,” jelas dia.

Baca juga :  Presiden Jokowi Kembali Kunker ke Labuan Bajo

Sementara itu, Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim) dari Fraksi Demokrat, Ambrosius Don melihat dari segi kebersamaan dalam bermusyawarah, semua stakeholder terlibat sejak awal hingga akhir kegiatan berlangsung.

Ia juga berharap, semoga apa yang menjadi prioritas pembangunan di Kecamatan Lamba Leda akan terwujud. ” Musyawarah ini kan untuk mengumpulkan rencana untuk 2021, targetnya supaya yang menjadi prioritas di Kecamatan Lamba Leda untuk pembangunan ini bisa terwujud semua, tapi kan itu juga kita lihat dari keadaan keuangan daerah.  Artinya, tidak semua yang diusulkan dari musyawarah ini bisa diakomodir, tapi nantikan yang prioritas yang bisa di 2021 ini,” urainya. (edi)