Bupati Mabar : “Selain Helikopter,Saya Butuh Kapal Selam”

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN. com- Dalam rangka memantau situasi darurat bencana,  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan satu unit helikopter di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait hal itu, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (11/2/2020)  menjelaskan, Presiden Jokowi saat rapat terbatas  di Labuan Bajo Manggarai Barat beberapa waktu lalu sudah meminta jajaranya untuk mempersiapkan hal ini.

“Mimpi saya ada dua, yaitu untuk Mabar ini harus ada helikopter dan kapal selam berdinding kaca, dan yang jelas mimpi saya salah satunya sudah terwujud, sisa kapal selam saja yang belum ada”,ujar Bupati Gusti.

Baca juga :  PPK Supan I BWS NT II Kerja Empat Paket Tahun 2021

Ia juga mengutarakan keinginannya untuk memiliki kapal berdinding kaca agar dapat berfungsi sebagai aquarium berjalan hingga dasar laut.

“Gunanya banyak untuk menyaksikan dasar laut yang indah, evakuasi wisatawan yang tenggelam atau mengawasi lingkungan serta biota laut secara langsung”,kata Bupati dua periode itu.

Menurut dia, kendati apa yang diutarakannya hanyalah sebatas mimpi bukan konsepsi atau program pemerintah setempat, akan tetapi keberadaan helikopter di Labuan Bajo saat ini sudah menjadi kenyataan.

“Karena ada keyakinan saya bahwa sebuah mimpi tinggalah mimpi, tetapi siapa tau mimpi jadi kenyataan. Seperti helikopter sekarang ini, siapa tahu mimpi kapal selam juga akan menyusul jadi kenyataan”,harap Bupati Gusti.

Ia mengisahkan tentang keberadaan helikopter tersebut sempat membuatnya sontak, namun satu hal yang membuatnya menjadi yakin, yakni ucapan Presiden Jokowi pada rapat terbatas di Pelataran Komodo terkait bantuan helikopter belum lama ini.

Baca juga :  Sejumlah Rumah Ibadah di Nagekeo Mendapat Suntikan Dana dari Pemkab Setempat

“Saya kaget, antara percaya dan tidak saat Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo pada 20 Januari 2020, saat rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Pelataran Komodo menyampaikan kepada saya bahwa satu helikopter akan membantu Mabar.  Saat itu saya berpikir mana mungkin, tetapi ternyata betul menjadi kenyataan dan saya jadikan ini indikator keberhasilan pembangunan, karena ini juga adalah infra struktur dari yang tidak ada menjadi ada, seperti Bandara Komodo dari kondisi yang biasa- biasa saja menjadi luar biasa”, ungkap Bupati Gusti.

Beliau juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kepala BNPB atas bantuan satu unit helikopter, sekaligus berguna untuk memantau manakala terjadi kebakaran di kawasan Taman Nasional Komodo, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Hari Ini Gubernur Buka MUSDA Pramuka NTT

“Terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi dan Kepala BNPB, keberadaan helikopter ini juga sekaligus dapat dipakai memantau jika ada kebakaran ratusan hektar savana di kawasan TNK,seperti beberapa waktu lalu”,tutup Bupati Gusti.( min)