IHK dan NTP Tahun 2020 Mengacu Pada Tahun Dasar 2018

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun 2020 ini mengacu pada tahun dasar 2018 sebagai pengganti tahun dasar 2012.

Dengan adanya perubahan tahun dasar itu, maka  Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan perubahan tahun dasar sebanyak 7 kali, yaitu 1976,1983,1987,1993,2007,2012,dan terbaru 2018.

Ada dua alasan mendasar perubahan tahun dasar, pertama, telah terjadi perubahan struktur sektor pertanian selama 5 tahun terakhir dan kedua, penggunaan indeks harga dengan menggunakan tahun dasar yang sama pada berbagai titik transaksi harga.

Demikian dipaparkan Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si saat menyosialisasikan pemutakhiran diagram timbang indeks harga tahun dasar 2018, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Aula Lantai II BPS Provinsi NTT, Kamis (30/1/2020).

Baca juga :  Menkominfo Fasilitasi Super WiFi Bagi Masyarakat Mabar

Darwis mengatakan, angka inflasi yang dirilis setiap awal bulan dihitung berdasarkan perubahan IHK. Dalam proses pemutakhiran tahun dasarnya mengacu pada Survei Biaya Hidup (SBH) pada Tahun 2018 lalu, sehingga penyajian IHK Tahun 2020 sudah menggunakan tahun dasar 2018 = 100.

Kegunaan IHK meliputi, indeksasi upah/gaji, indikator moneter/perkembangan nilai uang, asumsi APBN, dan salah satu indikator bagi pemerintah untuk melihat pertumbuhan ekonomi.

Ada beberapa alasan dilakukan pemutakhiran data, yakni terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat, pemutakhiran paket komuditas, pemutakhiran diagram timbang, perubahan struktur sektor pertanian dan penyempurnaan metodologi sesuai standart internasional.

IHK yang mengalami perubahan di NTT, seperti cakupan kota IHK dari 2 kota Tahun 2012 meliputi, Kota Kupang dan Kota Maumere bertambah menjadi 3 kota Tahun 2018, yakni Kota Kupang, Maumere dan Waengapu.

Baca juga :  Haji Asis: Nomor Urut 02, Simbol Keberkahan dan Kedamaian

Selanjutnya, dari sisi paket komuditas, tahun dasar 2012 hanya 430 komuditas, dan tahun dasar 2018 bertambah menjadi 447 komoditas, cakupan sampel dari 2.800 rumah tangga Tahun 2012 bertambah menjadi 4.000 rumah tangga Tahun 2018.

Klasifikasi internasional dari coicop 1999 modified 2012 menjadi coicop 2018, perhitungan dari aritmatik 2012 menjadi geometri, dan proposi nilai konsumsi 2012 makanan, 38,20 persen naik dan 2018 makanan turun menjadi 37,39 persen. Sedangkan non makanan tahun dasar  2012, 61,97 persen naik menjadi 62,61 persen pada tahun dasar 2018.

Tujuan SBH 2018, pertama, mendapatkan data nilai konsumsi dasar (NK), kedua, memperoleh paket komoditas dan diagram timbang untuk memperharui IHK tahun dasar 2012, ketiga, mendapat keterangan tentang profil sosial ekonomi rumah tangga perkotaan, keempat, melengkapi data yang diperlukan untuk penghitungan pendapatan regional dan nasional, kelima, digunakan sebagai bahan penelitian dan analisis perekonomian. (ade)