Pewarta yang Bersahabat Mampu Menangkal Berita Hoax

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pewarta yang bersahabat adalah pewarta yang mampu menangkal segala berita-berita hoax atau berita bohong, baik melalui media cetak, media online maupun media televisi.

Itulah intisari kotbah Pdt. Jery Adoe, S.Th, Pesan Natal dan Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media NTT dari  Rektor UPG 45 NTT, David Selan saat Syukuran Natal dan Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media NTT yang berlangsung di Lantai III Aula Universitas Pendidikan Guru (UPG) 45 NTT, Jumat (17/1/2020) malam.

Tema Natal dan Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media NTT yang diusung adalah Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang, dengan sub tema, Jadilah Pewarta yang Bersahabat.

Pdt. Jery Adoe dalam kotbahnya menekankan empat hal penting yang berkaitan dengan persahabatan, pertama, sahabat adalah orang yang mengasihi orang lain apa adanya, dan bukan ada apanya.

“Kalau kita mau membangun persahabatan apa adanya, bukan ada apanya. Yesus yang adalah dasar kita membangun persahabatan berdasarkan cinta kasih. Apa yang kita wartakan harus berdasarkan cinta. Pewarta yang baik adalah pewarta yang mewartakan berdasarkan cinta. Cinta berarti apa adanya bukan karena ada apanya.”terang Pdt. Jery.

Kedua, orang yang disebut sebagai sahabat adalah orang yang rela berkorban bagi orang lain, bukan membuat  orang menjadi korban.  Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.  Seperti Kristus, kasih kepada sahabatnya bukan karena uang, bukan  karena kepangkatan  atau kedudukan, tapi nyawaNya berkorban bagi semua orang.

Baca juga :  PLN Resmikan Gedung Control Center pada Peringatan Hari Listrik Nasional Ke-75 di NTT

Karena itu, ia kembali mengingatkan, bahwa persahabatan itu harus dibangun mulai dari rumah tangga masing-masing lewat hubungan yang harmonis antara suami-istri, antara orangtua dengan anak-anak dan sebagainya.

Kata Pdt. Adoe, banyak rumah tangga yang  retak karena salah satu pasangannya tidak bisa menjadi sahabat yang baik. Suami harus bisa menjadi sahabat yang baik bagi istrinya, begitu pun sebaliknya, orangtua harus bisa menjadi sahabat yang baik bagi anak-anaknya dan sebaliknya.

Ketiga, sahabat adalah orang yang punya andil dan berdampak besar bagi kemajuan orang lain atau sahabatnya. Pewarta bisa mengangkat seseorang menjadi tersohor, dan karena pewarta juga bisa menjadi orang masuk penjara.

“Saya tantang para wartawan, angkatlah orang—orang kecil, sehingga mereka bisa mendapat perhatian dari semua kalangan,”kata Pdt. Adoe.

Keempat, sahabat adalah orang yang berani memuji sekaligus berani menegur jika sahabatnya berada di posisi yang salah. Berita yang baik adalah berita yang sesuai fakta, dan aktual  bukan sesuatu yang hoax.

Kata dia, tidak semua wartawan itu baik, ada juga yang tidak baik. Ada wartawan karena pesan sponsor tertentu, dengan kepentingan tertentu. “Marilah menjadi pewarta bersahabat yang baik. Karena itu, hati –hatilah dalam mewartakan sesuatu,” pesan Pdt. Adoe.

Baca juga :  Cegah Klaster Komunitas, DPW IMO Indonesia NTT Budayakan Rapat Virtual

Sementara itu, Rektor UPG 45 NTT, David Selan dalam pesan Natalnya meminta para wartawan  untuk menyuarakan suara kenabian.  Katakan benar jika itu benar, dan katakan salah, jika itu salah.

“Mari kita bekerja keras, mewartakan yang benar dan menunjukkan etos kerja yang baik. Dengan demikian, kita harus survive di Tahun 2020 ini. Kita menjadi orang terhebat, tersohor, dan yang paling penting adalah  memuliakan nama Tuhan,”kata Selan.

Sementara Ketua Panitia Natal dan Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media Tahun 2020, Frans Maksi dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama sejumlah wartawan lintas media di NTT.

Awalnya, ide lepas dari Ny, Sintya yang disampaikan ke beberapa rekan wartawan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kecil-kecilan dan berhasil memilih panitia kecil yang diketuai oleh dirinyanya sendiri dengan sekretaris, Ny. Mathildis Din, dan bendahara, Ny. Ola.

Baca juga :  Gunung Api Ile Lewotolok Meletus, Tidak Ada Korban dan 4.483 Jiwa Mengungsi

Pengurus inti ini ditopang dengan seksi-seksi, yakni Ketua Seksi Acara, Kanisius Seda, Ketua Seksi Liturgi, Frids Lado,  Ketua Seksi Perlengkapan, Hendrik Misa,  Ketua Seksi Konsumsi, Ny. Sintya, dan Seksi Dokumentasi, Ny. Mery Lewar. Dana kegiatan ini bersumber dari swadaya murni dari rekan-rekan wartawan.

Ia percaya, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses berkat kerja sama semua teman-teman wartawan, baik berupa bantuan materiil, waktu  maupun tenaganya. Secara khusus,  ia juga menyampaikan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada Ketua Yayasan dan Rektor UPG 45 NTT yang secara sukarela menyediakan tempatnya untuk melaksanakan syukuran Natal dan Tahun Baru Bersama Lintas Media NTT tahun ini.

Terima kasih serupa, ia  juga menyampaikan kepada Pdt Jeri Adoe yang telah meluangkan waktunya untuk memimpin ibadah syukuran Natal dan Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media NTT tahun ini. (ade)