KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Persidangan Klasis Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Kupang Tengah di Gedung Kebaktian Gereja Bet’el Maulafa, Rabu 15/1/2020) meminta gereja untuk berkolaborasi dengan pemerintah.

“Sebagai gubernur, saya minta agar di bawah pemerintahan saya saat ini, pemerintah dan gereja harus mampu berkolaborasi secara baik demi terciptanya masyarakat NTT yang sejahtera. Kolaborasi ini harus menyentuh semua aspek kesejahteraan masyarakat, baik dari segi ekonominya, pendidikannya, maupun peradabannya. Oleh karena itu sekali lagi saya katakan bahwa kolaborasi itu sangatlah penting,” kata Gubernur Laiskodat.

Gubernur mencontohkan, dalam bidang pertanian maupun perikanan misalnya, pemerintah menyediakan bibit serta benih kepada masyarakat, ketika selesai diberikan pihak gereja harus masuk untuk melakukan bimbingan serta pengawasan, agar bantuan dari pemerintah ini tidak sia – sia, tetapi mampu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.  Itulah teori kolaborasi, kata dia.

Baca juga :  Bupati Kupang : Redistribusi Tanah Sebagai Bagian dari Reforma Agraria

“Sekian lama yang terjadi di NTT adalah memang benar kita kerja, dan itu fakta. Tetapi kita tidak tahu apa yang kita kerjakan. Karena sekian lama output dari uang yang dikeluarkan adalah bahwa program telah dikerjakan, maka sekarang kita rubah, outputnya adalah telah terjadi kemajuan terhadap ekonomi rakyat,” ujar Mantan Anggota DPR RI dari Partai NasDem ini.

Ia juga mengingatkan pihak gereja  untuk terlibat secara aktif dalam mendukung pendidikan anak usia dini di NTT. “Saya lebih setuju apabila karakter setiap orang harus dibentuk sejak dini, dan PAUD adalah salah satunya. Gereja harus mempunyai PAUD. Rancang secara baik, buatkan visi yang hebat, siapkan guru – guru yang berkualitas bagus, barulah duduk bersama pemerintah berkaitan dengan anggarannya. Dan kalau ini bisa berjalan dengan baik, maka saya pastikan ke depan kita akan memiliki anak – anak muda dari NTT yang pintar dan berkarakter,” ungkap Laiskodat.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa, Pdt. Lory Viktoria Lena – Foeh, menggambarkan tentang keadaan jemaat di gerejanya.  “Saat ini kami memiliki 7 organisasi tani yang selalu bekerja untuk kesejahteraan jemaat. Kami memiliki sarana pendukung, diantaranya 3 sumur bor dan satu buah sumur biasa yang kami pakai dalam mengolah lahan pertanian yang ada dan sudah banyak hasil yang kami panen. Kami memiliki ribuan anakan yang saat ini sudah ditanam dan sebentar lagi akan dipanen. Inilah salah satu bentuk dukungan kami dari pihak gereja dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan ekonomi masyarakat. Sekali lagi kami sangat membutuhkan kerjasama dari pihak pemerintah, khususnya dalam penyediaan bibit, sehingga semua lahan kosong yang ada dapat kami manfaatkan,” sebut Pendeta Lory.

Baca juga :  Dua Mobil Damkar Berhasil Padamkan Si Jago Merah di Bukit Karanga

Turut hadir pada kesempatan  itu , Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon, Ketua MUI  NTT, Abdul Kadir Makarim, Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, Staf Ahli Gubernur, Semuel Pakereng dan juga beberapa pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (ade)