Minggu Kedua Januari 2020, Dinkes Kota Kupang Terima 26 Kasus DBD

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Minggu kedua Januari 2020, Dinas Kesehatan  (Dinkes) Kota Kupang sudah 26 kasus demam berdarah  atau demam dengue (DBD) yang dilaporkan dari 13 rumah sakit swasta dan rumah sakit  pemerintah di Kota Kupang.

“Kami baru menerima 26 kasus DBD yang dilaporkan dari 13 rumah sakit di Kota Kupang, baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah di Kota Kupang, dan semuanya sudah ditangani,” kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih,S.KM,M.Kes kepada wartawan media ini di Kupang, Senin (13/12020)

Ia menyebutkan,  minggu pertama Januari 2020 ada 6 kasus DBD, dan  minggu kedua Januari 2020 sebanyak 20 kasus, sehingga totalnya, 26 kasus dan belum ada kematian, menurun dibanding pada bulan Januari 2019 lalu.

Baca juga :  Presiden Jokowi Komit Penataan Labuan Bajo Tuntas 2021

Tahun 2019 lalu, jumlah kasus DBD di Kota Kupang, 650 kasus dan  meninggal 8 orang, sehingga ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami memiliki WhattsApp (WA) group surverlans rumah sakit. Jadi, semua rumah sakit yang merawat pasien DBD melaporkan ke kami melalui WA group. Setelah ada kasusnya,  kami komplain ke puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemologi,”jelas dia.

Kepada masyarakat yang terserang DBD dengan gejala-gejala demam, sakit kepala, kulit kemerahan, yang tampak seperti campak, serta nyeri otot dan persendian, ia sarankan, untuk segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat  guna mendapatkan perawatan medis.

Di Kota Kupang, pihaknya telah mengantisipasi kejadian DBD sejak Juli 2019 lalu dalam bentuk koordinasi dengan semua lintas sektor untuk melakukan penanggulangan dini berupa himbauan Wali Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk  mencegah DBD.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

Himbauan berupa pembrantasan sarang nyamuk dengan pola 3 M, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa dipakai lagi diteruskan ke semua puskesmas untuk diumumkan di semua tempat ibadah, seperti gereja, masjid, dan pura.

Selain itu, Pemkot Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang telah membagikan abatesasi kepada masyarakat yang berdomisili di daerah –daerah rawan BDB, dengan mengacu jumlah kasus yang terjadi pada Tahun 2019 lalu.

Ilustrasi deman berdarah

“Jadi, pembagiannya dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan jumlah kasus yang terjadi tahun lalu, sedangkan bagi masyarakat yang membutuhkan bisa mendatangi puskesmas masing-masing untuk dibagikan secara gratis,”kata Sri.

Menurut dia, yang paling efektif dalam melakukan pembrantasan sarang nyamuk yakni tidak boleh memelihara jentik-jentik nyamuk di lingkungan dimana anda tinggal.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Realisasi Jalan Provinsi di Mabar

“Walaupun rumah bersih, tetapi kalau di sekitar rumah kita masih ada yang kotor atau memelihara jentik nyamuk maka otomatis kita punya rumah tidak nyaman dari nyamuk.  Jentik –jentik ini senang di tempat-tempat yang ada air, seperti ban bekas, batok kelapa bekas dan sebagainya. Kalau tidak dimusnahkan akan menjadi tempat berlindungnya jentik-jentik nyamuk,”imbuhnya. (ade)