Marianus Menyebutkan Ada Tujuh Dimensi Tangguh Penguatan Lansia

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Jumat,  10 Desember 2020 keluarga besar BKKBN  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama para lanjut usia (lansia) mengadakan syukuran Natal dan Tahun Baru bersama di Neo Aston Kupang.

Acara ini disatukan dengan sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh dan Advokasi Program KKBPK Berbasis Komunitas Melalui Perayaan Syukuran Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Keluarga Besar Perwakilan BKKBN NTT Bersama Lansia dan Komunitas Peduli Keluarga Berencana dengan tema besar Nasional, “Hidup Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” dan sub temanya, Damai Sejahtera Kristus Sebagai Hikmat Untuk Membangun Keluarga NTT Menuju NTT Bangkit dan NTT Sejahtera.

Syukuran Natal dan Tahun Baru bersama dalam bentuk Oikumene ini menghadirkan Romo Stef,Pr dan Pdt. Asma. Dalam pesan Natalnya, Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, S.E, M.PH mengatakan, BKKBN  diberi mandat untuk membangun keluarga dalam sebuah siklus kehidupan, mulai dari konsepsi, bayi/balita, anak, remaja, pangan usia subur, dan lansia.

Baca juga :  Hingga Oktober 2020, Realisasi Pengiriman Ternak Sapi ke Luar NTT 93,70 Persen

Ia menyebutkan, ada 7 dimensi tangguh penguatan lansia yang hendaknya menjadi perhatian bersama untuk diterapkan bagi kehidupan para lansia.  Tujuh dimensi itu adalah pertama, dimensi spritual, dimana lansia selalu berusaha mendekatkan diri dalam kegiatan rohani.

Kedua, dimensi intelektual, yakni merangsang tingkat intelektual para lansia dengan menyiapkan buku bacaan, koran /media, menulis, mendengarkan dan menonton berita dan lainnya.

Tiga, dimensi hobi dimana kaum lansia didorong untuk tetap hidup dan bergembira,  keempat, dimensi kesehatan fisik,  lansia hendaknya beraktivitas untuk kekuatan fisik dan berolahraga sesuai kemampuan fisiknya.

Inilah suasana syukuran  Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar BKKBN NTT yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (10/1/2020)

Lima, dimensi vokasional/keahlian, dimana kaum lansia diberikan kesempatan untuk mengembangkan keahliannya, agar tetap merasa percaya diri dan berguna, enam, dimensi sosial, yaitu  lansia diberikan ruang untuk bergaul dan berteman dengan teman sebayanya atau mereka tidak boleh menyendiri, dan ketujuh, dimensi lingkuangan, dimana para lansia harus memiliki lingkungan yang ramah lansia.

Baca juga :  Tingkatkan Taraf Ekonomi Petani, Pemprov NTT Intervensi Pada Sektor Hulu

“Tujuh dimensi ini menjadi perhatian kita dalam program kerja, yang telah kami lakukan sosialisasi baik langsung kepada kaum lansia maupun keluarga lansia. Tujuannya, supaya mereka dirangsang dan dimotivasi agar selalu bersemangat menikmati hidup dalam  lanjut usia. Ini semacam gerakan  untuk kebangkitan kaum lansia.”  tutupnya. (ade)

Komentar