KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melalui Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Distamben NTT) akan mengratiskan meteran listrik dengan kapasitas 450 watt bagi 4000 rumah tangga miskin (RTM) di 22 kabupaten/kota di NTT.

“Kita anggarkan kurang lebih Rp 6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) I NTT Tahun 2020  untuk pemasangan meteran listrik gratis bagi  4000 RTM di NTT,” kata  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yusuf Adoe kepada media ini di Kupang, Kamis (9/1/2020).

Dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya akan didukung dengan data base dari TMP2K, dimana secara nasional dikelola oleh kementerian sosial yang tindaklanjuti dinas sosial di daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, dengan salah satu syaratnya, 3T (terdepan, terluar dan terisolir).

Masyarakat yang mendapatkannya nanti  berdasarkan usulan dari RT yang diteruskan ke desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat, dalam hal ini  melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Baca juga :  Terkait Krisis Air Bersih, Direktur PDAM Wae Mbeliling Ajak Masyarakat Compang Longgo Kerjasama

“Setelah mengantongi data itu,  selanjutnya kami turun melakukan chroscek ke lapangan untuk mengiventarisir kembali, apakah data yang ada tepat sasaran atau tidak. Kalau tidak tepat sasaran dalam arti yang bersangkutan sudah keluar dari zona miskin, maka jatahnya akan digantikan orang lain yang benar-benar masuk dalam kategori  rumah tangga miskin,” jelas dia.

Bantuan meteran gratis seperti  ini, menurut dia, akan dilayani secara bertahap. Oleh karena itu, bagi RTM yang belum mendapatkan tahun ini janganlah berkecil hati, tetapi bersabarlah karena bantuan serupa akan dilanjutkan tahun berikutnya, janji Yusuf.

Secara tehnisnya nanti akan ditenderkan kepada pihak ketiga yang memenuhi standart spesifikasi dari PT. PLN , dan minimal masyarakat yang  akan mendapatkan bantuan  meteran gratis itu rumahnya berdekatan dengan jaringan PLN.

Baca juga :  NTT Targetkan Sepuluh Medali Emas Pada PON XX di Papua 2021

Ia berharap, agar PT.PLN,  terus melakukan perluasan jaringan, sehingga suatu saat nanti  semua desa di NTT terlayani jaringan listrik.

Sementara  di Bidang Geologi, pihaknya akan mengoptimalisasikan sumur bor yang sudah dibangun Tahun 2019 dengan menyiapkan fasilitas pendukungnya, sehingga airnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan lainnya adalah pemasangan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tujuh kabupaten di NTT.

Selain itu, Distamben NTT juga  akan membangun instalasi biogas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka membiasakan ternaknya dikandangkan.

“Tugas masyarakat menyandangkan ternaknya, sedangkan tugas kami membuat water closed (WC ), yang akan menghasilkan biogas. Jadi, kalau masyarakat sudah memakai biogas, minimal tidak membeli minyak tanah lagi,”kata Yusuf.

Baca juga :  Pangkalan TNI AL Labuan Bajo Dapat Kado Spesial dari Polres Mabar

Dimana, limbah padat dan limbah cair daripada biogas itu akan dijadikan sebagai pupuk organik yang nantinya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan bisa juga  dijual yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi  keluarga.

Ke depan , ia berharap,  masyarakat di 22 kabupaten/kota di NTT memiliki banyak ternak babi dan sapi dalam kondisi dikandangkan, sehingga kotorannya bisa dijadikan biogas dan pupuk kompos.  Yusuf mengatakan,  untuk mendapatkan 5 kubik kotorannya saja minimal memiliki 4–6 ekor babi, sedangkan sapi minimal 2 ekor. (ade)