Laiskodat : NTT Jadikan Contoh Hidup Bertoleransi di Indonesia

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu  Laiskodat, saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Amal Bakti Kementerian Agama RI di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Jumat (3/1/2020) mengatakan, NTT menjadikan contoh dalam kehidupan bertoleransi di Indonesia.

 

“Sebagai provinsi dengan nilai toleransi tertinggi kedua di Indonesia, maka kita semua berkewajiban untuk mempertahankannya, sehingga NTT boleh menjadi contoh dalam kehidupan bertoleransi di Indonesia,” kata politisi Partai NasDem ini dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang diterima media ini, Jumat (3/1/2020).

Gubernur Laiskodat saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI juga mengatakan, Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik  bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan, tepatnya tanggal 3 Januari 2020.

Baca juga :  Penerapan Protokol CHSE di Ngada Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Agama dan Negara saling membutuhkan, saling memperkokoh kebahagiaan hidup manusia. Oleh karena itu penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama unsur Muspida Tingkat NTT saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-74 Amal Bakti Kementerian Agama RI di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Jumat (3/1/2020) (Foto : Biro Humas dan Protokol Setda NTT)       

Karena itu, dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama Tahun 2020, yakni Umat Rukun, Indonesia Maju, maka sudah selayaknya seluruh jajaran Kementerian Agama di pusat dan daerah, dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di tanah air. “Inilah modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional,”kata Mantan DPR RI dari Partai NasDem ini.

Di Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, ada enam poin penting yang perlu diperhatikan pertama, pahami sejarah Kementerian Agama, regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Realisasi Jalan Provinsi di Mabar

Kedua,  menjaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama, ketiga, tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah kemuliaan, dan kempat, perkuat ekosistem pembangunan bidang agama.

Kelima, merangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama, enam, mengimplementasikan visi dan misi pemerintah kedalam program kerja Kementerian Agama.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus saat memberikan sambutan pada HUT ke-74 Amal Bakti Kementerian Agama RI di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Jumat (3/1/2020) (Foto : Biro Humas dan Protokol Setda NTT)

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT serta Ketua Dekranasda Provinsi NTT, yang telah berkenan hadir pada peringatan Hari Amal Bakti tahun ini.

“Dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju, maka sudah sepantasnya kami mendukung seluruh program Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mewujudkan masyarakat NTT Bangkit Menuju Sejahtera, melalui kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas,” ujar Marselinus.

Baca juga :  Gubernur VBL : Gereja dan Pendidikan Harus Seirama

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Danlantamal VII Kupang, Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, perwakilan dari Kodim 161 Wirasakti Kupang, perwakilan dari Polda NTT, serta pejabat di Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT. (ade)