Romo Arnold : Natal Adalah Membangun Persahabatan Diantara Sesama

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Romo Arnold Bria, Pr dalam khotbah perayaan Natal, 25 Desember 2019 di Gereja St. Kristoforus Matani kembali mengingatkan umat katolik bahwa Natal adalah membangun persahabatan diantara sesama.

Natal adalah saat untuk menyenang kembali hari-hari yang telah berlalu,merefleksi diri, dan membangun persahabatan yang tulus serta memancarkan kedamaian bagi sesama.   “Natal itu menjadikan kita menjadi manusia-manusia baru,bukan hanya pakaian baru saja,tetapi momen untuk merubah pola hidup yang egoisme, tidak peduli terhadap sesama, dan membangun persahabatan yang baik mulai dari lingkungan keluarga, tetangga sekitar, dan tempat dimana kita bekerja. Sebab, palungan, tempat  Yesus dilahirkan itu mengajarkan kita untuk bersikap rendah hati terhadap sesama,”jelas Romo Arnold.

Lebih lanjut, Romo Arnold mengatakan,Natal menjembatani jurang pimisah antara suku, ras, agama dan golongan. Natal adalah hadiah dari Allah bagi seluruh manusia di bumi. Karena begitu besar kasih Allah, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup kekal.

“Natal mengajarkan kita untuk kembali memaafkan, mengampuni dan mencintai sesama. Hati yang bebas adalah hati yang penuh kerinduan untuk melayani sesama dengan menunjukkan kerendahan hati, dan disitulah kebesaran hati kita untuk menerima orang lain dalam kehidupan kita,”kata Romo Bria.

Baca juga :  Sejumlah Rumah Ibadah di Nagekeo Mendapat Suntikan Dana dari Pemkab Setempat

Sementara itu, Ketua Pelaksana Dewan Pengurus Stasi (DPS)  St. Kristoforus Matani, Dr. Karolus Kopong Medan,S.H, M.Hum dalam pesan Natalnya mengajak seluruh umat katolik bahwa makna Natal sesungguhnya membangkitkan semangat baru dalam rangka membangun persaudaraan bagi sesama dan hal itu sesuai  dengan thema Natal Tahun 2019 adalah  “Membangun Persaudara Diantara Kita.”

“Hati kita boleh panas, pikiran kita boleh kacau karena persoalan –persoalan yang mendeskreditkan atau menjatuhkan wibawa dan martabat kita,tetapi saya mengajak kita semua untuk tanggalkan pikiran-pikiran itu, dan kembali  membangun persaudaraan diantara kita, baik diantara sesama umat, antara sesama agama, antara sesama suku, dan sebagainya.  Marilah, kita membangun persaudaraan, membangun perdamaian mulai dari lingkungan keluarga kita, lingkungan tempat kita berdomisili, lingkungan kerja,  bangsa dan negara,”urainya.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Romo Arnold Bria yang telah memimpin misa kudus sejak malam Natal, 24 Desember 2019 dan hari raya Natal, 25 Desember 2019.

Hal yang sama juga disampaikan kepada para suster, para frater, dan seluruh umat yang dengan hati ikhlas membantu panitia dalam menyukseskan perayaan Natal, 25 Desember  2019, dan Tahun Baru, 1 Januari 2020 mendatang.

Baca juga :  Tahun 2020, BNNP NTT Baru Penuhi 4 LKN

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya andai kata dalam seluruh rangkaian pelayanan, baik yang sudah berlangsung pada malam Natal, 24 Desember 2019  maupun pada hari raya Natal, 25 Desember 2019 ada hal –hal yang membuat bapa, mama, saudara dan saudari membuat tersinggung, mohon dimaafkan.

Umat katolik saat mengikuti hari raya Natal, 25 Desember 2019 di Gereja St. Kristoforus Matani, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Rabu (25/12/2019)

Pada tempat yang sama juga, Ketua Panitia Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Gereja St. Kristoforus Matani, Yoseph Angimoy mengatakan, dalam melaksanakan tugas kepanitiaan , tidak bisa dibanggakan secara personal, tetapi ini adalah  wujud kebersamaan umat.

“Kita selalu membangun kebersamaan, bergandengan tangan, untuk mengerjakan seluruh rangkaian kegiatan sejak awal, pertengah hingga akhir kegiatan Natal 2019 dan Tahun Baru, 1 Januari 2020 mendatang,”ujarnya.

Yoseph mengakui, panitia tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan seluruh umat. “Karena itu, sepatutnya kami panitia menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Romo Arnold Bria,Pr yang telah memimpin misa kudus  sejak malam Natal, 24 Desember 2019 hingga perayaan Natal, 25 Desember 2019,”ucap Yoseph.

Atas nama panitia juga, ia berterima kasih kepada para suster, dan para frater yang sudah membuat dekorasi di sekitar altar gereja seindah mungkin selama perayaan Natal Tahun 2019.  Terima kasih serupa  juga disampaikan  kepada ketua dan seluruh pengurus DPS St. Kristoforus Matani yang sudah memberi arahan dan petunjuk kepada panitia, sehingga segala kegiatan bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

Baca juga :  Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Ia juga berterima kasih kepada para ketua wilayah, para ketua KUB, dan seluruh umat se-Stasi St. Krisforus Matani yang telah memberikan sumbangan, baik dalam bentuk moril maupun materiil termasuk koor-koor dari Wilayah III dan Wilayah VII yang menambah semaraknya perayaan Natal di Gereja St. Kristoforus Matani tahun ini.

Seperti disaksikan wartawan media ini, misa kudus malam Natal, 24 Desember 2019 dan perayaan Natal, 25 Desember 2019 di Gereja St. Kristoforus Matani dihadiri ribuan umat katolik, berjalan tertib, aman dan lancar. (ade)

Komentar