Di Kota Kupang, 60 Anak Pemulung Rayakan Natal Bersama

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sebanyak 60 anak pemulung di Kota Kupang yang mayoritas anak Timor asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merayakan natal bersama di Aula Yayasan Sanlima Kota Kupang, Jumat (20/12/2019) malam.

Perayaan natal bersama anak pemulung asal TTS dengan tema Perayaan Natal Gerakan Anak-Anak Timor Bersama  Orang-Orang Kurang Mampu (pemulung,red)  ini dipimpin Pdt. Kevin.

Perayaan natal bersama anak pemulung ini ditandai dengan pembagian bingkisan natal untuk 60 anak  pemulung berupa sabun mandi, sabun cuci pakaian, dan pasta gigi pepsodent.

Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Bersama Anak Pemulung Kota Kupang, Abner Sanak kepada media ini disela-sela perayaan natal itu mengatakan, kegiatan ini terdorong atas inisiatif dirinya bersama beberapa teman lainnya.

Abner yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pemangkas rambut ini mengaku, kalau dirinya sangat prihatin dengan kondisi kehidupan anak-anak pemulung di Kota Kupang. Ia tidak tega melihat anak-anak yang masih berusia sekolah berjuang banting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi.

Baca juga :  DPRD NTT Dialog Enam Ranperda Inisiatif di Kabupaten Kupang

Tergerak atas keprihatinan itulah, maka dirinya bersama beberapa rekannya merencanakan untuk melakukan natal bersama anak pemulung di Kota Kupang, terutama di wilayah Oesapa, Lasiana, Pohon Duri, dan Penfui.

Untuk mendapatkan modal awal kegiatan tersebut, ia memberanikan diri meminjamkan uang sebesar Rp 1,5 juta. Selanjutnya, ia menjalankan modal itu dengan cara rantang berjalan, dan dalam tempo 4 hari berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 3,5 juta.

Modal sebesar Rp 3,5 juta itulah bisa melaksanakan natal bersama 60 anak pemulung di Kota Kupang dengan memberikan bingkisan natal. “Bingkisan natal yang diberikan memang nilainya tidak seberapa, tapi yang paling penting adalah ada aksi nyata kami untuk melihat sesama yang kurang mampu,” tukasnya.

Baca juga :  Daniel : Terima Kasih BWS NT II Telah Membangun Sumur Bor di Desa Bokong

Ia berharap, melalui momen seperti ini bisa menggugah hati semua orang termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan sejumlah NGO untuk memperhatikan masa depan anak-anak pemulung di Kota Kupang, baik soal pendidikannya maupun tempat tinggal yang layak.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Natal Bersama Anak Pemulung Kota Kupang, Aco Saefatu yang meminta pemerintah, baik Pemkot, Pemprov, maupun Pempus untuk memperhatikan nasip anak-anak pemulung di Kota Kupang.

Ke depan, ia dan teman-temannya merencanakan akan membentuk satu organisasi atau Forum Anak Pemulung Kota Kupang, sehingga secara legalitas jelas saat melakukan dialog dengan Pemkot dan DPRD Kota Kupang.

“Mudah-mudahan pemerintah tidak menutup mata untuk melihat penderitaan sesamanya, terutama anak-anak pemulung yang masih berusia sekolah untuk dikumpulkan kemudian disekolahkan dengan biaya pendidikan gratis,” harap Saefatu yang juga Mahasiswa Semester X, Jurusan PJKR Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang ini.

Baca juga :  Foeh : “Tugas Kita Menyiapkan Skill Saja”

Kata Saefatu, kegiatan seperti ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan, baik pada Hari Raya Natal maupun Hari Raya Paskah setiap tahun  untuk memberikan penguatan dan dorongan, agar mereka tetap bersemangat dalam menekuni profesinya. (ade)