153 Aparat Kelurahan dan Operator di Kota Kupang Ikut Bimtek SIKSNG

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sebanyak 153 aparat kelurahan dan operator dari 51 kelurahan di Kota Kupang mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) sistem informasi kesejahteraan sosial  next generation  (SIKSNG ) yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Kupang di Grand Mutiara Kupang, Senin (16/12/2019).

Jumlah peserta itu, akumulasi dari 51 lurah, 51 kepala seksi (Kasi) Pelmas  Kelurahan, dan 51 tenaga operator dari masing-masing kelurahan, sebut Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape kepada media ini setelah memberikan Bimtek kepada 153 peserta itu di Kupang, Senin (16/12/2019).

Lodywik mengatakan, Bimtek yang dilakukan kepada  para aparat kelurahan dan tenaga operator itu untuk memberikan penguatan sekaligus evaluasi atas pendataan para penerima manfaat, baik dalam hal pendataan penerima program keluarga harapan (PKH), maupun penerima bantuan pangan non tunai.

Tugas mereka nanti melakukan pendataan kepala keluarga (KK) miskin yang menjadi sasaran penerima manfaat dari bantuan pangan non tunai , JKN-KIS, BPJS dan PKH di 51 kelurahan di Kota Kupang.

Baca juga :  Warga Terdampak Siklon Tropis Seroja di Desa Mata Air dan Noelbaki Terima Sembako

Mereka (para peserta Bimtek,red) itu nanti  akan melakukan pendataan, dan validasi data secara terus menerus, sehingga menjamin keakuratan data dan transparansi data dan tidak ada yang dimanipulasi.

“Sebab, Kementerian Sosial  (Kemensos) melakukan validasi data kemiskinan itu sebanyak 4 kali dalam setahun, yaitu Januari, April, Juli dan Oktober.  Jadi, tiap bulan kami harus melakukan verifikasi data mulai dari kelurahan, kecamatan hingga kota,” kata Mantan Camat Maulafa, Kota Kupang ini.

Dalam Bimtek itu juga, pihaknya melakukan launching sistem informasi pendataan penyandang masalah kesejahteraan sosial berbasis  android . Kata Lodywik, ke depan,

tidak lagi menggunakan website, tetapi didorong untuk menggunakan  sistem android, sehingga semua data penerima manfaat itu,seperti foto rumah, foto penerima manfaat dan titik koordinat tempat tinggal penerima menjamin validitas data.

Baca juga :  Pemkab Kupang Gandeng 13 LSM Verifikasi Data Korban Bencana Alam

Ia menyebutkan, jumlah penerima program keluarga harapan (PKH)  di Kota Kupang   tahun ini, 11.566 kepala keluarga (KK) dan semuanya  sudah terbayar hingga Desember 2019.

Sedangkan, untuk bantuan pangan non tunai sebesar Rp 110.000/KK/bulan  sebanyak 12.240 KK dibiayai  dari pusat, dan dibiayai melalui APBD II Kota Kupang, 3000 KK, sehingga totalnya, 15.240 KK yang semuanya sudah dibayar melalui rekening masing-masing  penerima.

Khusus untuk bantuan pangan non tunai ini, jelas dia, penerima hanya mengantongi kartu combo yang setiap bulan saldonya sebesar Rp 110.000. Dari kartu yang ada itu bisa digunakan oleh penerima untuk membeli beras dan telur  ayam di warung yang tersebar di 60 KUB di Kota Kupang.

Kata dia, kalau dikonfersikan dalam bentuk beras, maka dari uang sebesar Rp 110.000/bulan dalam saldo kartu combo itu bisa membelikan 9 kg beras dan 6 butir telur ayam.

Baca juga :  Sambil Pemulihan Pasca Bencana, Program Pembangunan Tetap Dillaksanakan

Tahun 2020, ia usulkan 17.130 KK penerima manfaat ke pusat, atau meningkat sekitar 2 persen dari Tahun 2019.  Jumlah itu, menurut dia,  merupakan data-data KK yang belum diakomodir  tahun ini semua, sehingga diusulkan  lagi untuk dengan harapan bisa diakomodir tahun depan.

Sedangkan, tambahan dari  daerah yang dialokasikan melalui APBD II Kota Kupang Tahun 2020 mendatang dari 3.000 KK meningkat menjadi 9.000 KK, sehingga totalnya mencapai 26.130 KK. (ade)