Hari Anti Korupsi, Kepala Basarnas Kupang Tekankan Empat Poin Penting

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Kepala Kantor Basarnas Kupang, Emi Frizer,S.E.,M. M, saat membacakan amanat Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan pada peringatan hari anti korupsi sedunia di halaman Kantor Basarnas Kupang, Senin (9/12/2019) menekankan empat hal penting yang harus menjadi perhatian bersama di lingkungan Basarnas.

Pertama, gerakan anti korupsi harus menjadi gerakan bersama di lingkungan Basarnas, yaitu tidak menyalahgunakan kekuasaaan, berperilaku jujur dan selalu menjunjung kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kedua, melaksanakan reformasi birokrasi tanpa basa basi dan mencari terobosan baru untuk menciptakan lingkungan birokrasi yang akuntabel, efektif dan efisien.

Ketiga, disampaikan kepada seluruh ASN  lingkup Basarnas untuk membangun mentalitas baru yang beretos kerja, berintegritas dan berjiwa gotong royong agar menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat yang tangguh.

Baca juga :  Daniel : Terima Kasih BWS NT II Telah Membangun Sumur Bor di Desa Bokong

Keempat, mempersiapkan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman agar pelayanan dalam bidang pencarian dan pertolongan dilakukan dengan cepat.

Basarnas Kupang sebagai institusi negara yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan, lanjut dia, ikut memperingati dengan melaksanakan apel peringatan hari anti korupsi sedunia yang ditetapkan setiap tanggal 9 Desember di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang,  Senin (09/12).

Kepala Kantor Basarnas Kupang, Emi Frizer,S.E.,M.M saat menjadi inspektur upacara pada peringatan hari anti korupsi sedunia di halaman Kantor Basarnas Kupang, Senin (9/12/2019) (Foto:Humas Basarnas Kupang)

Di hadapan stafnya, Emi Frizer menyampaikan amanat Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, bahwa korupsi merupakan fenomena sosial, politik serta ekonomi yang mempengaruhi semua negara, termasuk Indonesia.

“Peringatan ini dimulai setelah konvensi PBB melawan korupsi pada tanggal 31 Oktober 2003 yang menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi”, jelas Emi Frizer.

Baca juga :  Kasus Dana Covid-19 di Nagekeo Sudah Ditingkatkan ke Dik

Emi Frizer mengatakan, berhasil tidaknya upaya pemberantasan korupsi akan menentukan upaya pengentasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, penguatan sendi-sendi demokrasi dan upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur. (ade)