NTT Butuh Banyak Bendungan dan Daerah Irigasi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih membutuhkan bendungan dan daerah irigasi, dan embung, baik  untuk memenuhi kebutuhan  air bersih, lahan pertanian maupun peternakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu kepada wartawan, setelah mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Bakti PU di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jalan El Tari Kupang, Selasa (3/12/2019).

Nenabu diminta komentar terkait janji Presiden Joko Widodo dalam sambutan tertulis pada peringatan HUT ke-4 Bakti PU Tahun 2019 yang berjanji, selama lima tahun ke depan akan melanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1000 embung, 500.000 hektare jaringan irigasi baru, 2.500 kilo meter  jalan tol dan 60.000 kilo meter jalan baru di Indonesia.

Nenabu mengatakan, hampir semua daerah di NTT membutuhkan pembangunan bendungan, irigasi, dan embung, baik di Flores, Sumba maupun di Timor.  “Kita berharap, melalui Balai Wilayah Sungai  Nusa Tenggara II bisa memperjuangkan itu ke pemerintah pusat termasuk Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

Menurut dia, pembangunan Bendungan Kolhua  tetap menjadi prioritas yang sampai hari ini masih diperjuangkan, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan. Sedangkan, untuk jalan provinsi, seperti Jalan  Bokong-Lelogama sepanjang 40 kilo meter  yang dibagi dalam 4 segmen saat ini progressnya rata-rata sudah mencapai  70 persen.

Baca juga :  Konsulat Jenderal RRT Dukung Gubernur NTT Kembangkan Pariwisata

Pihaknya terus mendorong rekanan untuk bekerja cepat, sehingga di penghujung tahun ini progresnya bisa rampung 100 persen.  “Kalau pun ada yang terlambat kita kenakan denda,” kata Nenabu.

Sementara Ketua Paguyuban Purna Bakti PU, Ir. Piet Djami Rebo pada kesempatan itu peringatan  HUT ke-74 Bakti PU Tahun 2019  adalah luar biasa karena baru pertama kali presiden memberikan sambutan.

“Selama ini, kita merayakan HUT Bakti PU tidak ada sambutan presiden, tetapi  tahun ini presiden sendiri yang memberikan sambutan. Ini artinya, presiden memberikan perhatian serius kepada  PUPR yang harus direspon serius juga oleh Aparatur PUPR, dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Djami Rebo.

Gelar Sejumlah Kegiatan
Ketua Panitia HUT ke-74 Bakti PU Tingkat Provinsi NTT, Beni Nahak saat memberikan keterangan pers di Kupang, Selasa (3/12/2019) (Foto : Kanisius Seda/NTT PEMBARUAN.com)

Secara terpisah, Ketua Panitia HUT ke-74 Bakti  PU Tingkat Provinsi NTT, Beni Nahak mengatakan, untuk memeriahkan HUT Bakti PU tahun ini, panitia telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan.

Secara internal jajaran PU NTT telah melakukan pertandingan olah raga, seperti  tarik tambang putra /i  antara bidang .  Tarik tambang putra juara I putra dari Sekretariat,  juara II, Bidang Cipta Karya,dan  Juara III, Bidang OP SDA, sedangkan untuk lomba tarik tambang putri juara I, Bidang Cipta Karya, juara II, BLUD, dan juara III, Pembangunan SDA.

Baca juga :  Bupati Nagekeo Sambangi Komunitas Wisata Gua Jepang Rane

Kata Beni, lomba itu untuk menghilangkan ketegangan dari kesibukan selama 12 bulan dalam tahun ini, sehingga bisa menghilangkan stres  dari tumpukan pekerjaan administrasi  terutama menjelang tutup tahun di bulan  November dan Desember 2019.

Kegiatan lainnya,  melakukan anjangsana ke pantai asuhan, yaitu Pantai Asuhan Manulai, dan Pantai Asuhan Alma, dengan memberikan sumbangan berupa sembilan bahan pokok (Sembako) termasuk pakaian.

Masih dalam rangkaian memeriahkan HUT Bakti PU tahun ini, panitia juga menggelar jalan  santai bagi seluruh karyawan Dinas PUPR NTT  dari Dinas PUPR NTT ke pelataran Kantor Gubernur NTT.

“Melalui jalan santai itu, kami mau mengajarkan kepada masyarakat  dengan mengumpulkan sampah-sampah plastik di sepanjang jalan. Jadi, sambil jalan santai, kita mengumpulkan sampah-sampah plastik  kurang lebih 2 mobil pig up sampah plastik yang terkumpul yang dilakukan semua karyawan PUPR NTT dan petugas OP lapangan.

Baca juga :  PLN Hadirkan Listrik di 20 Desa dan 1 Dusun Terpencil di NTT

Selain itu, panitia juga melakukan kegiatan donor darah dengan mendatangkan Palang Merah Indonesia (PMI)  dari target 30 kantong, tetapi  dalam pelaksanaanya  melebihi itu. HUT Bakti PU tahun ini  dilaksanakan secara sederhana,tetapi meriah. “Intinya, kami mau mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata dia.

Kunci kemajuan di suatu daerah itu adalah infrastruktur  yang membawa daerah itu keluar dari ketertinggalan. Ia mengharapkan partisipasi masyarakat dalam mendukung dan ikuti memelihara pembangunan infrastruktur yang telah dibangun di NTT.

“Kami pesan kepada masyarakat untuk menjaga bersama-sama infrastruktur yang sudah dibangun di NTT.  Melalui pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa mendukung visi –misi Gubernur NTT.  NTT Bangkit Menuju Sejahtera salah satu kuncinya adalah infrastruktur,” tutupnya. (ade)