Ketua KPU NTT : Terima Kasih Telah Memilih

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT), Thomas Dohu mengucapkan terima kasih kepada masyarakat NTT yang telah menggunakan hak pilihnya  dalam pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019, baik Pilpres, Pileg maupun pemilihan DPD.

Thomas Dohu  didampingi rekan komisionernya, yakni Yosafat Koli, Fransiskus Vincent Diaz, Yefri A. Gala, dan Lodowyk Frederik menyampaikan ucapan terima kasih itu saat melakukan Sosialisasi Terima Kasih Telah Memilih Dalam Tahun 2019 di Hotel Neo, Jl. Piet A. Tallo Kupang, Senin (2/12/2019).

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih, karena bapa,ibu,saudara  dan saudari yang mewakili 3.391.616 pemilih yang terdaftar di NTT, dimana  kurang lebih 2,7 juta pemilih telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak Tahun 2019. Angka partisipasi kita juga meningkat 80 persen dibanding Pemilu Tahun 2014 hanya 77 persen saja,” kata Thomas.

Baca juga :  Gubernur NTT Ajak Masyarakat Tingkatkan Imunitas Tubuh Hadapi Covid-19

Kehadiran bapa, ibu, saudara dan saudari di Tempat Pemungutan Suara (TPS) , menurut dia, sangat menentukan kualitas pemimpin bangsa Indonesia lima tahun ke depan, baik di tingkat Pilpres, Pileg dan DPD Tahun 2019.

“Dalam Pemilu Tahun 2019, kita sangat terbebani berbagai pekerjaan mulai dari tahap proses kerja dan waktu pelaksanaan, dimana  semua beban tugasnya tertumpuk. Tetapi, kita bersyukur momen sejarah sejak  Indonesia merdeka Tahun 1945, tahun ini merupakan tahu  pertama Pemilu Serentak untuk Pilpres, Pileg dan DPD  yang dilaksanakan dengan aman, lancar dan sukes,” kesannya.

Thomas mengatakan, dari aspek penyelenggaraan, dalam pengadaan logistik pada Pemilu Tahun 2019 semuanya menerapkan sistem Katalog Elektronik (E-Catalogue). Dimana, 11 jenis logistik  sudah mampu diadakan dalam bentuk E-Catalogue.

Ke depan, dalam perencanaan KPU RI, akan bertambah lagi menjadi 14 jenis yang semuanya diadakan dalam bentuk E-Catalogue. Disisi lain, pihaknya juga menyadari, bahwa dalam Pemilu Tahun 2019, jumlah kasus hukum terutama perselisihan hasil Pemilu yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK)  angkanya menurun.

Baca juga :  Gubernur VBL : Gereja dan Pendidikan Harus Seirama
Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Terima Kasih Telah Memilih Dalam Tahun 2019, Agustinus Y. Ola saat menyampaikan laporan dalam kegiatan tersebut di Hotel Neo Aston, Jl. Piet A. Tallo Kupang, Senin (2/12/2019).

Dari 8 kasus, hanya 3 kasus yang sampai pada sidang pembuktian di MK, yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata dan Kabupaten Rote Ndao yang semuanya dimenangkan oleh KPU.

Hal ini menunjukkan, bahwa proses yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 telah berjalan sesuai prosedur dan tata kerja aturan hukum yang berlaku. “Kami berharap, ini adalah momen awal kita memajukan demokrasi di Indonesia melalui proses Pemilu,” tutupnya. (ade)