KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Empat paket Air Tanah dan Air Baku  yang dibangun Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  di empat kabupaten di Pulau Sumba Tahun 2019 siap dilakukan Profesional Hand Over (PHO) dalam waktu dekat ini.

Empat paket itu, tersebar di 12 titik di empat kabupaten, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya (SBD) masing-masing 3 titik per paket tiap kabupaten dengan total pagu anggaran sebesar Rp 12 miliar, sebut Ruben Riwu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku, BWS NT II Provinsi NTT kepada media ini di Kupang, Kamis (28/11/2019).

Baca juga :  Ketua DPD Perindo Mabar Menyampaikan Selamat Hari Kesaktian Pancasila

Keempat paket pekerjaan itu, rata—rata progress fisiknya saat ini sudah 90 persen ke atas, dan tanggal 17 Desember 2019 nanti akan dilakukan PHO atau penyerahan tahap pertama. Dari empat paket yang dikerjakan itu, dua paket diantaranya sudah dilakukan serah terima sementara dari PPK kepada masyarakat disaksikan pemerintah setempat, dalam hal ini pemerintah desa dan kecamatan, supaya airnya bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Saat dilakukan serah terima sementara pengoperasional sumur bor dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku, BWS NT II Provinsi NTT kepada masyarakat SBD,Selasa (12/112019).

Secara kontrak keempat pekerjaan itu dilaksanakan sejak 28 Mei – 17 Desember 2019, tetapi karena penyelesaiannya lebih cepat dan masyarakat sangat membutuhkan air, sehingga dilakukan penyerahan sementara pada tanggal 12 November 2019 kepada masyarakat Desa Lora, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kata Ruben.

Baca juga :  Diduga Gunakan Bahan Peledak, Dit Polairud Polda NTT Amankan Sebuah Kapal Ikan di Pulau Komodo

Empat paket pekerjaan air tanah dan air baku yang sudah selesai dikerjakan itu  dilengkapi dengan rumah penyimpan genzet, bak penampung atau hidran umum (HU) berkisar antara 3-4 bak penampung per titik dengan daya tampung 50 meter kubik atau setingkat 10 mobil tanki air ukuran 5000 liter.

Selain itu, masing-masing lokasi/titik yang dibangun dilengkapi sebuah bangunan tower penampung air dengan daya tampung 15 meter kubik atau setingkat 3 mobil tanki air ukuran 5000.

Inilah salah satu bak air di Waipangali, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  yang sudah dibangun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku, BWS NT II Provinsi NTT, dan sekarang airnya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat di daerah itu.

Air yang ada itu dihidupkan dengan menggunakan mesin genzet atau listrik, kemudian dinaikan ke tower lalu dibagikan ke sejumlah bak penampung dilengkapi dengan kran yang menjadi sumber kebutuhan air minum, mencuci, mandi dan  memasak  bagi masyarakat setempat. Dari air yang ada juga bisa dimanfaatkan untuk air minum ternak, seperti kerbau dan kuda.

Baca juga :  Kementerian Agraria Luncurkan Aplikasi Loketku

Ia berharap, dengan dibangunnya empat paket air tanah dan air baku ini, maka kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat di empat kabupaten di Pulau Sumba secara bertahap bisa teratasi. (ade)