KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Lima siswi SMAN 1 SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengikuti lomba Kesadaran Hukum (Kadarkum) Tingkat Nasional Tahun 2020 mendatang di Jakarta.

Kelimanya masuk dalam kancah nasional, setelah menyalahkan empat sekolah lainnya dalam final Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) NTT, Rabu (6/11/2019).

Dalam final itu, SMAN 1 SoE keluar sebagai juara I, sedangkan juara II, SMAN 3 Kota Kupang, dan juara III, SMAK Giovani Kota Kupang. Dengan demikian, maka SMAN 1 SoE mewakili NTT untuk mengikuti Lomba Kadarkum Tingkat Nasional tahun depan di Jakarta.

Orance Tabun, guru pembimbing lima siswi SMAN 1 SoE kepada wartawan usai mengumumkan juara mengaku, senang atas prestasi yang diraih siswinya. “Ini adalah kali kedua siswa kami menjuarai Lomba Kadarkum Tingkat NTT dan masuk Tingkat Nasional. Tahun 2016 lalu, siswi yang sama juga pernah menduduki peringkat 4 Nasional. Sebagai guru, kami tidak sia-sia membimbing mereka selama ini karena apa yang kami bimbing telah membuahkan hasilnya sekarang,” kata Orance.

Baca juga :  Hakim PN Kupang Bebaskan Anton Ali dari Segala Tuntutan Hukum

Ia mengaku, 4 bulan sebelum berlaga di Tingkat NTT, kelima siswinya dibimbing secara kontinyu oleh para guru, dan menjelang dua hari perlombaan di Tingkat Provinsi NTT, para siswi mengikuti  bimbingan secara full di Kantor Bupati TTS.

“Jadi, dukungan sekolah dan Pemdanya cukup bagus. Tidak saja sebatas melakukan bimbingan di SoE, tetapi juga melakukan pendampingan para peserta  selama dua hari mengikuti lomba  Tingkat Provinsi NTT di Kupang,” tandasnya.

Ia bertekad, pada Lomba Kadarkum Tingkat Nasional di Jakarta tahun depan, NTT tidak lagi berada di urutan 4 besar Nasional seperti pengalaman Tahun 2016 lalu, tetapi mudah-mudahan maju ke urutan pertama.

Untuk mencapai harapan itu, maka dirinya bersama beberapa rekan gurunya akan melakukan bimbingan secara intensif kepada lima siswi tersebut mulai sekarang hingga Februari 2020 mendatang.

“Kami akan mempersiapkan mereka selama 4 bulan ke depan, sama dengan persiapan saat mengikuti Lomba Kadarkum Tingkat Provinsi NTT sebelumnya. Guru-guru akan melakukan bimbingan kepada mereka satu persatu nanti,” janji Tabun.

Baca juga :  Presiden Jokowi Resmikan Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Asep Syarifudin berpose bersama wartawan di kantor setempat, Rabu (6/11/2019)

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Asep Syarifudin, BC, I.P.S.H,C.N,M.H menjelaskan, lomba ini merupakan program rutin tahunan dari Kemenkum HAM RI.

“Awalnya, kita  merencanakan melakukan Kadarkum bagi desa sadar hukum di NTT dihadiri Menteri Hukum dan HAM RI di Kupang. Tetapi, karena agenda itu tidak jadi, akhirnya dibuatlah lomba Kadarkum seperti ini,” kata Asep.

Lomba Kadarkum yang diikuti 4 kabupaten/kota di NTT, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS dan Kabupaten Rote Ndao ini dilaksanakan selama dua hari, sejak 5—6 November 2019 di Kanwil Kemenkum HAM NTT.

Lomba ini diikuti 9 kelompok, baik dari kalangan siswa SMA/SMK, Karang Taruna, maupun lembaga gereja dengan mengusung thema, Melalui Lomba Kadarkum Kita Wujudkan Masyarakat yang Berbudaya Hukum dan Cerdas Hukum.

Dari sembilan kelompok yang mengikuti lomba ini, hanya 4 sekolah saja yang masuk dalam babak final, yakni SMAN 1 SoE, SMAN 3 Kota Kupang, SMAK Giovani Kota Kupang, dan SMKN 1 Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.

Baca juga :  Program Guru Penggerak Kabupaten Manggarai Adakan Lokakarya 2 Secara Luring

Dari 4 sekolah yang masuk ke babak final itu, SMAN 1 SoE keluar sebagai juara I, sedangkan SMAN 3 Kota Kupang hanya menduduki urutan kedua, dan SMAK Giovani Kota Kupang berada pada  posisi ketiga, serta urutan terakhir atau tidak masuk dalam tiga besar adalah SMKN 1 Rote Barat.

Sementara, Dewan Juri yang dihadirkan panitia dalam Lomba  Kadarkum Tingkat Provinsi NTT kali  ini didatangkan dari Polda NTT, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Perguruan Tinggi dan dari Kanwil Kemenkum HAM NTT.

Melalui lomba ini, ia berharap,  bisa mencegah segala permasalahan hukum mulai dari lingkungan keluarga, dan lembaga pendidikan, baik kekerasan fisik maupun psikis termasuk penyalahgunaan narkotika. (ade)