Pengurus Stasi St. Kristoforus Matani Berkunjung ke KUB BPA

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Pengurus Stasi St. Kristoforus Matani, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang melakukan kunjungan ke Kelompok Umat Basis Bunda Penolong Abadi (KUB BPA), Jumat (25/10/2019) malam.

Tim Dewan Pengurus Stasi (DPS) St. Kristoforus Matani yang dinahkodai, Dr. Karolos Kopong Medan,S.H,M.Hum ini disambut dengan antusias oleh umat KUB BPA Matani saat berdoa Rorasio di rumah Vinsen Suan.

Dihadapan rombongan DPS, Ketua KUB BPA, Kanisius Seda menjelaskan history terbentuknya KUB BPA Matani. Awalnya, pada tahun 2009 masih bergabung dengan KUB Santa Lusia. “Seiring berjalannya waktu, umat terus berkembang sehingga pada tahun 2010 kami berpisah dari KUB Sta Lusia menjadi KUB St. Petrus. Kami bergabung di KUB St. Petrus selama 3 tahun, sejak 2010—2013, dan KUB BPA terbentuk sejak tahun 2013 sampai sekarang,” kisahnya.

Selain itu, Kanis juga memperkenal satu persatu pengurus inti KUB-nya mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendaharanya. Sementara data umat KUB BPA kondisi terkini sebanyak 34 kepala keluarga (KK) terdiri dari  29 KK tetap dan 5 KK tidak tetap.

Sementara jumlah jiwa sebanyak 185 orang terdiri dari laki-laki, 102 orang dan perempuan, 83 orang. Sedangkan, jumlah Orang Muda Katolik (OMK) sebanyak 20 orang masing-masing, 10 orang OMK tetap, dan 10 orang OMK tidak tetap (anak kost).

Ketua Pelaksana DPS St. Kristoforus Matani, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Dr. Karolus Kopong Medan, S.H,M.Hum dalam kunjungan itu memperkenalkan satu persatu pengurus inti DPS dan para ketua bidang untuk kepengurusan periode 2019—2022.

Pengurus inti meliputi, Ketua Pelaksa, Karolus Kopong Medan, Wakil Ketua Pelaksana I, Yoseph Tilis, Wakil Ketua Pelaksana II, Petrus P. Moron, Sekretaris, Agustinus Undji Ndalu Nau, dan Bendahara, Maria Evidina Gu Sesa.

Kepengurusan ini dilengkapi empat bidang masing-masing, Ketua Bidang Perwartaan Iman, Simon Petrus Hane membawahi tiga seksi, yakni Seksi Liturgi Umum, Seksi Bina Iman dan Pewartaan serta Seksi Musik Liturgi.

Berikutnya, Ketua Bidang Sosial Pengembangan Kemanusiaan dan Pembangunan, Andreas Parera membawahi tiga seksi, yaitu Seksi Sosial Kemanusiaan, Kerasulan dan Kesejahteraan Keluarga, Seksi Sarana Prasarana, Iventaris Gereja dan Pembangunan serta Seksi Kesehatan dan Lingkungan Hidup.

Baca juga :  Projakop Mitra Sejahtera Akan Lakukan Ekspansi Hingga Desa/Kelurahan di NTT

Ketua Bidang Komunikasi Kristiani, Marselinus Yeri Fernandes Akoli membawahi dua bidang masing-masing, Seksi Organisasi dan Data Umat serta Seksi Komunikasi Sosial (Komsos). Selanjutnya, Ketua Bidang Pengembangan Misioner dan Generasi Muda, Falentinus Federius membawahi  dua seksi, yakni Seksi Pembinaan Orang Muda Katolik (OMK) dan Olah Raga serta Seksi Kerasulan Awam, Pengembangan Misioner dan Lembaga Hidup Bhakti.

Kunjungan ke KUB BPA merupakan kunjungan ke-10 dari 14 KUB yang tersebar di Stasi St. Kristoforus Matani. Sembilan KUB yang telah dikunjungi sebelumnya adalah KUB St. Mikael, KUB St. Geregorius, KUB Sta Gracia, KUB Sta Lusia, KUB Sta Bunda Para Bangsa, KUB Sta Stelamaris, KUB St. Yoseph, KUB St. Ignasius, dan KUB St. Petrus.

Kunjungan selanjutnya, ke KUB Sta Monika, KUB St. Alfonsus, KUB Ratu Rosari dan KUB St. Antonius Padua.  “Hampir setiap malam, kami berkunjung ke KUB-KUB, minus hari minggu. Kunjungan yang kami lakukan ini, selain memperkenalkan Badan Pengurus (BP) Stasi St. Kristoforus Matani periode 2019—2022 kepada umat juga memaparkan program kerja DPS tiga tahun ke depan sekaligus menjaring informasi dari umat, sehingga apa yang kami kerjakan ke depan merupakan keinginan dan harapan dari semua umat di stasi ini ,”  kata Karolus.

“Kami yang menduduki posisi sebagai pengurus DPS, bukan malaikat yang bisa melakukan segala hal tanpa bantuan orang lain. Pengurus DPS ini bisa bekerja dengan baik, dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik kalau didukung oleh semua umat di Stasi St. Kristoforus Matani ini,”  ujarnya.

Dukungan umat, bagi dia, menjadi modal yang sangat penting agar pengembangan Stasi St. Kristoforus Matani ini ke depan semakin lebih baik. Sebagai kepengurusan baru, pihaknya mempunyai tekad atau mimpi ke depan menginginkan Stasi St. Kristoforus Matani  ini menjadi stasi yang mandiri.

Menurut dia, menjadikan stasi yang mandiri bukan berarti mau melepaskan diri dari Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, tetapi mandiri dalam arti bisa melayani umat dengan baik, seperti mandiri dalam hal liturgi, mandiri dalam melaksanakan pembinaan umat, dan mandiri dalam membangun sarana dan prasarana di tingkat stasi.

Baca juga :  RSUD Umbu Rara Waingapu Jadi Pelanggan Premium Pertama di Sumba
Ketua Pelaksana Dewan Pengurus Stasi (DPS) St. Kristoforus Matani, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Dr. Karolus Kopong Medan, S.H, M.Hum sedang memperkenalkan kepengurusannya sekaligus mensosialisasikan program kerja mereka saat berkunjung ke KUB BPA, Jumat (25/10/2019) malam.

Ke depan, kata Karolus, stasi ini bisa menjadi kuasi atau paroki persiapan dan mimpi yang lebih besar lagi stasi ini bisa berkembang menjadi sebuah paroki yang defenitif. Mimpi yang besar seperti itu tidak akan terwujud kalau semua umat di stasi ini bersifat masa bodoh.

“Oleh karena itu, untuk bisa mewujudkan mimpi yang besar tersebut, kita semua bergandengan tangan. Sebab, menjadi stasi mandiri bukan suatu pekerjaan yang mudah, tetapi membutuhkan perjuangan dari kita semua,” kata Dosen Hukum Undana Kupang ini.

Jika dilihat dari kondisi kapela yang ada, dimana dalam kondisi yang serba terbatas, tetapi mampu membangun sebuah kapela yang megah. Walaupun masih ada kekurangan di sana sini, tetapi secara keseluruhan Kapela St. Kristoforus Matani sangat representatif untuk penyelenggaraan liturgi dan lain-lain.

Hal lain yang harus benahi bersama antara lain, merampungkan pembangunan menara kapela yang belum tuntas saat ini. “Selain itu, kita juga memikirkan untuk menutupi beberapa jendela di balkom, sehingga burung-burung gereja tidak berkeliaran saat berlangsungnya liturgi pada hari minggu,”kata Karolus.

Karolus mengatakan, kalau semua umat menginginkan suatu saat Stasi St. Kristoforus Matani mandiri, maka perlu disiapkan lahan tambahan untuk pengembangan pembangunan gereja dan lokasi parkir kendaraan.

Untuk lahan, pengurus DPS sudah mencoba menghubungi salah satu pemilik tanah yang masih kosong di dekat kapela, tinggal menunggu respon dari umat saja untuk membelinya.  Namun, sebagai pengurus, pihaknya juga  akan berusaha untuk mengurangi beban umat dengan cara mencari donatur dari luar, sehingga cita-cita itu bisa terwujud.

Program lain yang akan dilakukan kepengurusannya ke depan,  melakukan pemetaan ulang mulai dari wilayah stasi hingga KUB.  Dicontohkannya, ada beberapa umat KUB di Wilayah Stasi St. Kristoforus Matani hanya karena ada masalah spele di tempat dia berdomisili, langsung memilih pindah KUB yang jauh dari tempat dia tinggal. Karena itu, perlu dilakukan pemetaan ulang dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan.

Baca juga :  FH Unwira Kupang Bedah UU Omnibus Law Cipta Kerja
Inilah Tim DPS St. Kristoforus Matani  yang turun ke KUB BPA, Jumat (25/10/2019) malam

Sebelumnya, Wakil Ketua Pelaksana II, Petrus P. Moron kepada media ini menjelaskan, kunjungan Tim DPS St. Kristoforus Matani dari KUB ke KUB selama doa Rosaria di bulan Oktober 2019 ini dalam rangka memperkenalkan BP DPS kepada umat yang ada di KUB karena saat pelantikan tanggal 29 September 2019 lalu, banyak umat yang belum mengetahui nama-nama pengurus.

Ketika ditanya bagaimana respon umat selama melakukan kunjungan ke KUB-KUB selama ini, kata Moron, responnya cukup bagus dimana umat di KUB itu sangat antusias menyambut kehadiran DPS di KUB masing-masing.

Dalam dialog, lanjut dia, pengurus DPS tidak monoton menyampaikan program kerjanya, tetapi umat juga ikut menyumbangkan pikiran berupa usulan dan saran menyangkut kehidupan menggereja sesuai bidangnya masing-masing, seperti liturgi, pelayanan misa, termasuk rencana menambah luas areal kapela sehingga bisa menampung semua umat yang setiap hari semakin bertambah. Dalam kunjungan itu juga disatukan dengan penyerahan SK Kepengurusan KUB dan Wilayah.

Ia berharap, melalui kunjungan seperti ini bisa ada kerja sama yang baik antara pengurus stasi, wilayah, dan pengurus KUB dalam rangka membangun gereja dan pertumbuhan iman umat semakin bagus di masa-masa mendatang.

Ikut hadir dalam kunjungan itu, Wakil Ketua Pelaksana I, Yoseph Tilis, Sekretaris, Agustinus Undji Ndalu Nau, Ketua Bidang Sosial Pengembangan Kemanusiaan dan Pembangunan, Andreas Parera, Ketua Bidang Komunikasi Kristiani, Marselinus Yeri Fernandes Akoli, dan Ketua Bidang Pengembangan Misioner dan Generasi Muda, Falentinus Federius. (ade)