Sidang NTT Fair, JPU Hadirkan Empat Saksi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Sidang kasus korupsi proyek pembangunan NTT Fair kembali dilanjutkan di Pengadilan di Tipikor Kupang, Senin (21/10/2019) dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Sidang  dengan agenda mendengar keterangan saksi ini dipimpin Majelis Hakim, Dju Johnson Mira Mangngi, SH, MH, dengan hakim anggota, Ari Prabowo, SH dan Ali Muhtarom, SH, MH dihadiri  Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Herry Franklin, SH, MH, Emerensiana F. Jehamat, SH, dan Hendrik Tiip, SH. Sedangkan terdakwa Hatmen Puri di dampingi oleh kuasa hukumnya, Samuel Haning, SH, MH dan Marthen Dillak, SH, MH.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi dari Pokja ULP masing-masing, Jans E. Sibu, Maria Fatima Lodo, Adelino Da Cruz Soares dan T. L Floriadiputra Langoday. Usai sidang, Ketua Majelis Hakim, Dju Johnson Mira Mangngi kepada  wartawan mengatakan,bahwa dalam persidangan, ia telah mengingatkan kepada para saksi untuk tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan harus berkata jujur. Kalau ada tekanan dari pihak manapun harus disampaikan dan keterangan para saksi harus sesuai dengan BAP yang dilakukan oleh penyidik kejaksaan.

Baca juga :  Bupati Kupang Buka Turnamen Sepakbola Bupati Cup I Tahun 2020

“Saya selalu ingatkan jangan sekali-sekali memberikan keterangan yang berbeda atau mencabut keterangan, kecuali memberi keterangan berbeda karena ada alasan tekanan atau hal lain.  Jadi, jangan seenaknya merubah-rubah dan mencabut keterangan,” kata Mira Mangngi. (ade)