Gubernur NTT Tolak Tawaran Presiden Jokowi Masuk Menteri Kabinet Kerja Jilid II

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menolak tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk menteri kabibet kerja jilid II.

Hal itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat kepada wartawan saat  tiba kembali di Kupang dengan jet pribadi di Bandara El Tari Kupang, Senin (21/10/2019) sekitar pukul 17.50 Wita.

Laiskodat pulang setelah sebelumnya menolak tawaran Presiden Joko Widodo menjadi salah satu menteri di kabinet kerja jilid II Jokowi.

Menurutnya, penolakan tawaran menteri sudah melalui diskusi mendalam bersama presiden dan juga DPP Partai NasDem. Inti dari diskusi tersebut, kata dia, presiden memahami betul bahwa pembangunan di NTT perlu dilanjutkan.

Baca juga :  Sumba Barat Kirim 228 Sampel Swab ke Kupang

“Dalam diskusi bersama presiden, saya ditugaskan kembali ke  NTT karena dilihat NTT perlu ada prioritas dan kerja-kerja yang extraordinary (luar biasa),” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Laiskodat, sebelum bertolak ke Jakarta untuk memenuhi panggilan presiden untuk menjadi menteri, dia sudah berpesan, jika tiba di sana, dia disuruh memilih menjadi menteri atau gubernur, tentu ia memilih gubernur. Lain halnya, jika presiden memerintahkan untuk menjadi menteri.

“Kalau disuruh pilih, saya pasti pulang karena saya maju gubernur,” ujarnya. Saat ditanya wartawan, Laiskodat mengatakan senang bisa kembali untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai gubernur hingga akhir masa jabatannya.

Kepulangan Laiskodat tersebut dijemput ratusan orang berasal dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur sipil negara lainnya. Turut menjemput Garda Pemuda NasDem yang berbaris di sisi jalan yang dilewati gubernur mulai dari gerbang hingga teras gedung VIP Bandar Udara El Tari. (ade)