Kondisi Ruas Jalan Ruteng – Golo Cala Memprihatinkan

KUPANG, NTT PEMBARUAN. com- Kondisi ruas jalan Ruteng-Golo  Cala sepanjang kurang lebih 25 kilo meter di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari ini cukup memprihatinkan.

Awalnya, ruas jalan itu masuk dalam status jalan kabupaten, tetapi secara diam-diam oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) bersama Penjabat Bupati Manggarai Tahun 2016 melakukan pengalihan status ruas jalan itu menjadi jalan provinsi.

“Terus terang kami marah sekali, karena perubahan status jalan itu tanpa sepengetahuan DPRD Manggarai,” kata Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir kepada media ini di Hotel Sotys Kupang, Kamis (10/10/2019).

Atas perubahan status itu, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai belum berani menganggarkannya dari  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD II) untuk pembangunan ruas Jalan Ruteng-Golo Cala itu.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

“Kami tahu perubahan status jalan itu dari jalan kabupaten ke jalan provinsi, setelah ada desakan dari masyarakat dan juga penjelasan dari Bupati Manggarai TerpilihTahun 2016, Dr. Denok Kamelus yang menyatakan bahwa ruas jalan Ruteng – Golo Cala sudah dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi,” jelas Matias.

Matias mengatakan, selama ini ruas jalan itu tidak diperhatikan oleh Pemprov NTT. Sementara kondisi jalannya sudah rusak parah.

Namun, setelah dikembalikan statusnya ke jalan kabupaten baru-baru ini, maka Pemkab Manggarai bersama DPRD setempat sudah menganggarkan di perubahan tahun ini sebesar Rp 600 juta untuk pembangunan jalan HRS ruas Jalan Ruteng- Golo Cala.

Ia berharap, dalam APBD II Murni Tahun 2020 mendatang bisa dianggarkan sebesar Rp 4 miliar lebih untuk pembangunan lanjutan ruas jalan tersebut.

Baca juga :  Penerapan Protokol CHSE di Ngada Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Harapan yang sama juga, ia sampaikan kepada Gubernur NTT untuk bisa memperhatikan semua ruas jalan provinsi di tiga kabupaten di Manggarai, yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur yang kondisi jalan provinsinya sudah rusak berat.

Ia contohkan, saat dirinya melakukan reses di Desa Nggala, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai belum lama ini, hampir semua kondisi  jalan provinsi rusak parah, seperti ruas  Jalan Kajong  hingga perbatasan Manggarai Barat dan ruas Jalan  Racang- Kajong, Kecamatan Reo Barat, serta ruas Jalan Golo Welu-Cancar.

Mudah-mudahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sudah pulang dari sana untuk melihat kondisi jalan provinsi yang sudah rusak parah itu.

“Saya berharap, Tahun 2020 mendatang, paling kurang bisa dianggarkan berkisar antara Rp 5 miliar – Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan provinsi di Manggarai, sehingga apa yang dijanjikan oleh Gubernur NTT soal prioritas infrastruktur, terutama jalan provinsi tuntas 3 tahun benar-benar terwujud,” kata Matias.

Baca juga :  Kodim 1625 Ngada Bagikan Paket Sembako Kepada Warga Desa Tonggurambang

Kata Matias, dalam hal penganggaran tidak boleh memilih kasih atau monopoli anggaran di suatu daerah saja, semuanya diperlakukan sama, sehingga ada keseimbangan pembagian anggaran untuk jalan provinsi di semua kabupaten/kota di NTT. (ade)