BPDAS Benain Noelmina Siap Distribusikan Anakan Kepada Masyarakat NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Benain Noelmina, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap mendistribusikan anakan kepada masyarakat NTT untuk ditanam di lahan yang telah disiapkan.

Anakan yang siap didistribusikan itu tersebar di beberapa tempat persemayan di NTT , yakni lokasi persemayan Watu Kapu, Kabupaten Ngada dan Lewoleba, Kabupaten Lembata untuk melayani masyarakat di Wilayah Flores dan Alor, lokasi persemayan di Kabupaten Sumba Tengah untuk melayani masyarakat di empat kabupaten di Sumba, dan tempat persemayan Fatukoa, Kota Kupang untuk melayani masyarakat di daratan Timor, Sabu dan Rote.

Menurut rencana, awal Desember 2019 anakan-anakan yang berada di lokasi persemayan itu mulai didistribusikan kepada masyarakat sesuai permintaan masing-masing, kata Kepala Seksi Evaluasi DAS dan Hutan Lindung Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina, Provinsi NTT, Kludolfus Tuames kepada media ini di Kupang, Kamis (10/10/2019).

Baca juga :  Pemprov NTT dan Sepasi Kerjasama di Bidang Budidaya Sorgum

Kludolfus sendiri menangani tiga lokasi persemayan tersebar di Kabupaten Ngada, Lembata dan Sumba Tengah dengan total 2 juta anakan siap ditanam dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Jenis anakan yang siap dibagikan kepada masyarakat itu antara lain, jati putih, pinang, sangon, jambu mente, mahoni, flamboyan, bayam, dan tanaman kelor untuk mendukung program  Gubernur NTT dalam hal menanam kelor.

Untuk mendapatkan anakan tersebut, kata Kludolfus, masyarakat baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok harus mengajukan permohonan bantuan anakan/bibit ke BPDAS Benain Noelmina dilampirkan dengan sketsa lokasi penanaman dan pernyataan yang isinya tidak dapat diperjualbelikan.

Jika permintaannya di atas 1000 anakan, maka dalam permohonan bantuan anakannya harus mengetahui pemerintah setempat, seperti lurah dan kepala desa. “Kami targetkan pembagian anakannya mulai awal musim hujan atau paling lambat Desember 2019 sampai dengan Maret 2020 mendatang, sehingga anakannya bisa bertahan hidup,” kata Kludolfus.

Baca juga :  Terkonfirmasi Covid-19, Satu Paslon Bupati dan Wabup Ngada Tertunda Pemeriksaan Narkobanya

Sasaran penerima anakan itu, baik dalam bentuk perorangan, organisasi keagamaan, instansi pemerintah, swasta, LSM, organisasi masyarakat (Ormas), lembaga pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), SD,SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi.

Kludolfus Tuames

Pembagian sejumlah anakan yang dilakukan BPDAS Benain Noelmina ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan, memperbaiki kondisi hidrologis , mengendalikan erosi, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, untuk menciptakan kualitas udara yang baik dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di NTT, ia berharap, untuk ikut memberikan suport kepada masyarakat dalam bentuk mengalokasikan anggaran penyangkutan dari lokasi persemayan kepada masyarakat penerima.

“Kami hanya menyiapkan anakan di tempat persemayan yang telah disediakan, sedangkan biaya penyangkutan ditanggung masing-masing pemohon atau penerima bantuan anakan,” jelas dia.(ade)