Ketua DPRD NTT : Jabatan Itu Adalah Anugrah Tuhan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emi Nomleni mengatakan, kepercayaan yang ada padanya merupakan anugrah Tuhan.

“Menjadi anggota DPRD NTT saja sudah menjadi anugrah, apalagi Tuhan mengizinkan lagi saya  untuk memimpin DPRD NTT lima tahun ke depan sejak 2019—2024. Itu sudah luar biasa,” kesan mama Emi saat diwawancara wartawan menjelang detik-detik pelantikan dirinya di Gedung DPRD NTT, Jumat (4/10/2019).

Ketika ditanya perasaannya saat dipercayakan menjadi Pimpinan DPRD NTT, yang pertama, kata mama Emi,  pasti bersyukur.  “Saya tidak pernah bermimpi menjadi Ketua DPRD NTT, tetapi sebagai politisi,  saya selalu siap dalam kondisi apapun. Saya bersyukur jabatan ini adalah anugrah Tuhan yang luar biasa,”kesannya.

Atas anugrah yang diberikan itu, ia memohon kepada Tuhan untuk selalu menuntun langkahnya selama memimpin lima tahun ke depan.  “Kalau Tuhan memberikan saya kesempatan untuk memimpin, saya juga memohon kepada Tuhan untuk selalu menuntun dalam tugas–tugas melayani rakyat NTT ke depan,” pintanya.

Baca juga :  Gubernur NTT Mengajak DPRD TTU untuk Berpikir Global

Apa yang terjadi saat ini, menurut dia, merupakan catatan sejarah di NTT dimana baru pertama kali perempuan menjadi Ketua DPRD NTT. Hal ini memberikan warna baru bagi kaum hawa di NTT bahwa perempuan juga memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki.

“Saya mengajak semua perempuan bahwa tidak usah takut. Sebenarnya di dunia politik, birokrasi dan bidang apa saja perempuan juga bisa memimpin.  Yang penting harus mempersiapkan diri, sehingga ketika ada badai  datang sudah siap menghadapinya.  Kuncinya adalah percaya diri dan tidak usah kwatir untuk menjadi pemimpin,” kata mama Emi dengan nada penuh sprit.

Keterwakilan perempuan di DPRD NTT baru 12 orang, belum mencapai kuota 30 persen dari 65  kursi anggota dewan.  “Kita hanya 12 orang perempuan di dewan atau  baru mencapai 17 persen dari 65 orang jumlah anggota DPRD NTT. Ini sebuah capaian yang luar biasa. Saya tidak berpikir untuk mencapai 30 persen, tetapi yang paling penting adalah kehadiran 12 perempuan di lembaga legislatif  NTT itu bisa membawa perubahan dan mampu memperjuangkan aspirasi  masyarakat NTT,”kata Mantan Ketua GMKI NTT ini.

Baca juga :  Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Kepada kalangan perempuan di NTT, ia terus memotivasi untuk tidak boleh ragu maju dan tunjukkan kemampuan yang dimiliki bahwa perempuan juga mampu memimpin di segala bidang.

Menyinggung agenda yang dilakukannya setelah pelantikan ini, kata mama Emi, yang pertama adalah menyiapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). “Awalnya, kami menyiapkan AKD. Selanjutnya, bersama teman –teman Badan Musyawarah (Banmus) merancang sejumlah kegiatan yang akan dilakukan  pada bulan Oktober 2019 ini. Prinsipnya, kita melaksanakan Tupoksi DPRD NTT dengan baik,” tutupnya. (ade)