Deputi Gubernur BI Titipkan Empat Pesan Pada Pimpinan Baru BI NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ny. Destry Damayanti,S.E, M.Sc menitipkan empat pesan kepada I Nyoman Aryawan Atmaja, selaku Kepala Perwakilan BI NTT saat dilakukan pengukuhan di Hotel  Aston Kupang, Jumat  (27/9/2019.

Pertama, harus terus aktif dalam menjaga inflasi di daerah. Pemetaan dan mengidentifikasi permasalahan harus dilakukan secermat mungkin, dihitung secara regular, yang akhirnya bisa menghasilkan pemecahan masalah yang tepat untuk bisa pengendalian inflasi, khususnya di kota Kupang dan Maumere yang menjadi basis perhitungan inflasi.

Kedua, bisa terus bersinergi secara optimal dengan pemerintah daerah dan stakeholders yang menjadi mitra strategis. “Kami berharap dapat pro aktif untuk memberikan masukan-masukan kepada pihak terkait atas hasil kajian atau pun evaluasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung sektor rill. Kami yakin kalau bersama-sama maka kita bisa pecahkan masalah,” ungkapnya.

Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif. Kata Damayanti,  60 persen PDB sangat terkait pada UMKM. BI sendiri juga mempunyai program pengembangan UMKM dengan empat tahapan yaitu UMKM potensial, sukses, sukses digital dan potensi ekspor.

Keempat, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah dan instansi terkait, untuk mendorong pelaksanaan elektronisifikasi di daerah seperti bantuan sosial nontunai, bantuan pangan nontunai termaksuk transaksi keuangan digital.

I Nyoman Atmaja  menggantikan posisi Naek Tigor Sinaga, yang sebelumnya menjadi Kepala BI Perwakilan NTT yang sudah dimutasikan   menjadi Kepala Perwakilan  BI Provinsi  Papua.  I Nyoman Aryawan Atmaja sebelumnya menjadi sebagai  Kepala Divisi  Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang BI di Kalimantan Timur, dan saat ini menjabat  sebagai Kepala BI NTT.

Mutasi ini menurut Destry , bukan hanya sebagai penyegaran,  namun ada  pesan khusus yaitu sebagai penghargaan atas pengabdian dan keberhasilan kinerja di tempat tugas sebelumnya. “Untuk pak Tigor terima kasih sudah berkarya selama 5 tahun lebih  di NTT dan dinilai sudah berhasil mengendalikan inflasi daerah dalam posisi stabil.

Baca juga :  Laiskodat : NTT Akan Menjadi Provinsi Penyumbang Energi Baru Terbarukan Terbesar di Indonesia

Karena itu, ia berharap kepada pimpinan baru dalam hal ini saudara I Nyoman untuk tetap meningkatkan prestasi yang sudah dilakukan Naek Tigor Sinaga  sebelumnya.  Destry mengingatkan bahwa  BI punya visi yaitu  menjadi bank sentral yang berkontribusi baik bagi perekonomian di Indonesia dan menjadi bank margin. BI harus bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah di mana BI berada dan ikut mengontrol inflasi dan nilai tukar rupiah.  Destry juga berharap keberadaan BI dapat berperan penting sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi didaerah.

“Perkembangan BI tidak boleh hanya dirasakan di tingkat nasional tapi juga di daerah karena erat kaitannya antara yang terjadi di global dan lokal sesuai istilah VUCA yang dikenal sejak  2008/2009.  Selain VUCA ada juga istilah TUNA.

Untuk menjaga inflasi pada posisi stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi di suatu daerah maju, BI dalam  mengeluarkan kebijakan tidak bisa satu kebijakan saja. Misalnya moneter, likuiditas, dll.

“Ada tantangan yang sangat be own our cntrol. Dan permasalahan domestik ini harus duduk bersama untuk penyelasiananya. Banyak sekali produk out in our control. Misal ekspor kopi dan produk lain. Indonesia akan kena tarif lebih banyak jika kirim ke negara Cina misalnya. Sehingga jadi penyebab ekspor Indonesia melemah. Namun yang menggembirakan saat ini, produk eskpor Otomptif ke Australia dan property sedang naik daun. Indonesia saat ini  punya changes dibidang otomptif yang besar untuk diekspor ke Australia, karena Australia tidak punya industri peralatan otomotif.” Ujarnya menginformasikan.

Dijelaskan Destry bahwa kondisi perlambatan ekonomi global makin terpuruk namun tidak akan terjadi resesi seperti 2008/2009 karena BI terus memberikan penurunan suku bunga, namun untuk Indonesia ada Bonus Demografi atau peningkatan angkatan kerja potensial (milenial) yang bisa menjadi pangsa pasar dengan daya beli tinggi karena usia masa pensiun yang masih panjang. “Kelompok angkatan kerja milenial sebagai Bonus Demokrasi ternyata membawa dampak positif bagi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia karena kelompok inilah akan menjadi pangsa pasar industri di Indonesia.  Mereka masih mudah dan lebih berpikir untuk konsumtif dibanding kelompok setengah baya yang akan segera pensiun dan lebih memilih menabung untuk hari tua daripada konsumtif. Ini bonus bagi Indonesia.” Ujanya.

Baca juga :  Firmin Timoneno, Terpilih Menjadi Ketua KP2AD Leguderu

Masalah lain yang dapat melemahkan ekonomi Indonesia adalah  rumitnya urusan perijinan lewat aturan dan uu yang persulit investasi.

Tugas pokok BI adalah menjaga inflasi agar ada pada level 3,1 % (rendah ). Bahkan NTT dipuji oleh Destry yang berada pada level 1,9 %. Itu artinya TPID NTT dan Pemda NTT berhasil menjaga harga bahan pokok. Dan BI dukung lewat TPID agar Inflasi daerah In Cek karena akan pengaruhi inflasi nasional.

BI sudah keluarkan kebijakan penurunan down paid loan bagi usaha otomotif dan property agar ekonomi Indonesia bertumbuh.

Desty ada tiga (3) harapan pimpinan BI pusat harus terus aktif dalam menjaga inflasi daerah. Yaitu pemetaan dan indentifikasi masalah harus dilakukan secara detil sehingga bisa lakukan penyusunan strategi penanganan dalam upaya menunbuhkan ekonomi NTT. Pengendalian inflasi  terutama di kota Kupang dan kota Maumere.
BI juga harus bersinergi dengan Pemda NTT dan stake holder serta  proaktif memberikan input hasil kajian ekonomi yang mendukung sektor riil.

Mendorong ekonomi kerakyatakn yang  inklusif. UKM ada back board BI. Oleh karena itu  BI ada.prohdam pengembangan UMK bagi yang UMKM potensial, UMKM Sukses, UMKM digital dan UMKM Digital Sukses.

BI, menurut Destry sudah  lakukan pembinaan sdm dan  intepreneur leadership bagi pelaku UKM di NTT. BI harus tingkatkan Kerja sama dengan  Pemda  NTT dan instansi terkait dalam memberikan bantuan-bantuan  sosial seperti bantuan pangan, perumahan dan pendidika, serta pemberian sosialisasi program pembayaran digital.

Baca juga :  Gubernur NTT Panen Jagung TJPS Kabupaten Kupang

BI ingin melihat potensi pariwisata di NTT dan Destry ingin sekali melihat Pantai Nohiwatu dan diving di Pulau Alor. BI akan dukung pariwisata NTT dan anjurkan membangun pariwisata dengan konsep 3 A dan 2 P. 3 A (akses, aktraksi dan amenistas),  2 P : Promosi dan yang efektif dan masif.

Sementara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja bagus Naek Tigor Sianaga  yang mampu menjaga inflasi daerah stabil di NTT selama ini.

Gubernur Laiskodat mengatakan,  50 persen semua bahan yang diimpor oleh Indonesia dari luar. Ada garam dan daging sapi bahkan daging sapi premium.
” NTT mampu  menyediakan lebih dari 50 persen bahan pokok yang diimpor dari luar negeri oleh Indonesia. Ekonomi bisa bangkit jika Indonesia bisa kendalikan impor barang dari luar negeri. Saya  usulkan  seharusnya di Indonesia  ada Badan Pengendalian Impor yang akan kontrol  masalah apa yang diimpor, berapa banyak yang diimpor dan berapa keuntungan dia. Sehingga dengannya bisa disumbangkan dari setiap daerah di NTT yang mampu menyediakannya asalkan semua pihak mendukung produksinya.  NTT bukan biasa-biasa saja maka harus di urus oleh orang yang luar biasa. NTT membutuhkan orang-orang yang luar biasa,” tandasnya. (ade)