KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Seminar Nasional Akuntansi yang berlangsung di Lantai V Kantor Bank NTT, Sabtu (21/9/2019).

Seminar dengan tema Profesi Akuntan Sektor Publik di Era Industri 4.0 ini dibuka secara resmi oleh Ketua KASP IAI, Hery Subowo,S.E sekaligus membuka rapat anggota IAI Wilayah NTT Tahun 2019.

Narasumber yang dihadirkan adalah  Wali Kota Kupang, Dr. Jefirson R. Riwu Kore,M.M, M.H, Ketua KASP IAI, Herry Subowo,S.E dan Guru Besar Akuntansi Universitas Airlangga, Prof. Dr.Dian Agustia,S.E,M.Si  dengan moderator Moni W. Muskanan,S.E,MPA (Ketua SPI Undana Kupang).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Semuel Rebo dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT berada di atas rata-rata, tetapi masih terkategori provinsi termiskin dari provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Baca juga :  Kondisi Fisik Gedung dan Mesin Incenerator di Mabar Aman

Gubernur NTT dalam mewujudkan visi misi NTT Bangkit Menuju Sejahtera, kata Rebo, berkeinginan NTT berada sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia terutama bagaimana mensejahterakan masyarakatnya.

Ada 5 misi yang disampaikan Gubernur NTT dalam programnya, pertama bagaimana mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Misi kedua adalah membangun NTT sebagai salah satu gerbang atau pusat pariwisata nasional karena NTT memiliki banyak potensi pariwisata yang sangat kaya.

Di satu kabupaten saja, kata dia,  bisa memiliki puluhan obyek  atau destinasi wisata, baik itu wisata alam, wisata budaya maupun wisata buatan lainnya yang bisa menggerak roda perekonomian di NTT.

Misi yang ketiga adalah, percepatan pembangunan fasilitas infrastruktur. “Jadi, masih banyak saudara-saudara kita di daerah terpencil yang mengungkap bahwa mereka belum merdeka karena sulitnya akses masuk ke lokasi-lokasi itu. Contohnya akses masuk ke Amfoang dan Naikliu, Kabupaten Kupang  yang sebenarnya jarak tempuhnya tidak terlalu jauh atau hanya memakan waktu 4 jam, tetapi karena kesulitan akses masuk sehingga membutuhkan waktu 8 jam perjalanan baru bisa sampai ke daerah tujuan, sehingga ini menjadi perhatian utama  Gubernur NTT,” sebut Rebo.

Baca juga :  Kapolda NTT Lakukan Pengecekan Pos Penyekatan PPKM Level III di Bandara Komodo

Misi keempat, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hubungannya mengejar industri 4.0 yang bisa mengakses informasi dan berbagai teknologi yang ada. “Kalau dulu, kami bekerja di kantor itu menggunakan mesin ketik, tetapi sekarang sudah menggunakan komputer, internet dan sebagainya,” papar dia.

Misi kelima, bagaimana mewujudkan birokrasi pemerintahan yang  berkualitas dan bersih dalam rangka pelayanan publik. Mimpi gubernur ke depan  adalah  ekonomi NTT bertumbuh di atas rata-rata nasional.

Karena itu,  Gubernur NTT berkeinginan  pembangunan di NTT itu harus berbasis pada masyarakat. Masyarakat tidak sekedar penonton, tetapi  harus menjadi pelaku ekonomi yang dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi di NTT, tutur Rebo.

“Banyak komoditi perkebunan kita di NTT, seperti kopi, kakao, jambu mente, dan rumput laut selama ini diekspor ke luar negeri melalui daerah lain, seperti Surabaya. Potensi lainnya, seperti rumput laut yang sudah diekspor ke Argentina beberapa waktu lalu. Selain itu, melakukan kerja sama dengan Jepang untuk ekspor kelor,” pungkasnya. (ade)