Cegah Perburuan Liar di TNK, Kapolres Mabar Kunjungi Tiga Instansi di Bima

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumawardhono, S.IK, M.Si belum lama ini mengunjungi tiga instansi di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membicarakan kerja sama pencegahan perburuan rusa liar di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT)  yang selama ini kebanyakan pelakunya dari Bima.

“Kami sudah  berkunjung ke tiga instansi di Bima tanggal 4 September 2019 lalu, masing-masing Polres Kota Bima, Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bima, dan Bupati Bima,” sebut Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumawardhono kepada wartawan di Labuan Bajo, Kamis (19/9/2019) siang.

Dalam kunjungan itu, Julisa didampingi Kepala Seksi Pengelolaan TNK Wilayah II Pulau Komodo, Gatot Kuncoro Edy, SP, M.Hum. Kunjungan itu  dalam rangka menjajaki kerja sama dengan ketiga lembaga di Bima, khususnya dalam menangani perburuan liar di kawasan TNK beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan ke Polres Kota Bima, Julisa bersama Gatot diterima oleh Kapolresta Bima, AKBP Erwin Ardiyansah, S.IK, M.H dihadiri Kasat Reskrim Polresta Bima, IPTU Hilmi M.Prayugo, S.IK, Kasat Intelkam Polresta Bima, IPTU Nanda, Kanit Tipiter Polresta Bima, IPDA Al Fahri Rasman, S.TrK, Penyidik Tipiter Sat Reskrim Polresta Bima, AIPDA Indra Setiawan, Bambang Dwidarto, SH, Kasi Konservasi Wilayah III KSDA NTB, serta Kasat Polhut BTNK, Julisar Ridwan.

Baca juga :  Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Co-firing dan Pemanfaatan FABA di PLTU Ropa

“Dalam pertemuan itu,  kami  membahas tentang pola kerja sama dalam mengantisipasi perburuan rusa liar di kawasan TNK Manggarai Barat yang pelakunya  berasal dari Bima,” jelas Julisa.


Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari tangan pelaku perburuan rusa liar di kawasan Taman Nasional Komodo sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama juga dibahas kerja sama penanganan terkait penangkapan daftar pencarian orang (DPO), Masrin (40), Warga Sape, Bima  yang sudah beberapa kali melakukan perburuan sampai tertangkap dan tertembak dalam penangkapannya.

Dalam penangkapan itu, diperoleh keterangan bahwa Masrin turut bertanggungjawab pada kejadian penangkapan perburuan rusa pada bulan Desember 2018  lalu yang digagalkan oleh anggota Brimob yang sedang cuti.

Masrin berhasil melarikan diri, namun ia berusaha melakukan perburuan lagi dengan mencoba 4 kali di tahun 2019. Pada upaya yang ketiga dan keempat baru berhasil melakukan aktivitas ilegalnya, karena pada saat mencoba yang pertama hingga kedua, yang bersangkutan selalu melihat adanya aktivitas patroli di sekitar Pulau Komodo.

Baru percobaan ketiga di bulan Desember 2018 dan keempat di bulan Agustus berhasil. Namun pada saat rusa tersebut diturunkan ke darat, penampung rusa berikutnya berhasil ditangkap di Tanjung Pantai Lariti, Kecamatan Lambu, Bima.

Baca juga :  Antisipasi Bahaya Kebakaran, UIW NTT Gandeng Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Kupang

Masri lolos untuk kedua kalinya dari penyergapan hingga yang bersangkutan terdeteksi dan dilakukan penyergapan oleh Tim Resmob Polda pada 29 Agustus di Bima dan dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya. Dari pelaku disita 3 buah senjata api laras panjang dan sejumlah amunisi, ungkap Julisa.

Selain itu, Julisa dan rombongannya berkunjung ke Kejari Bima. Di sana, mereka diterima oleh Kajari Bima, Widagdo, S.H, M.H.  Selain bersilaturahmi, dalam kunjungan itu juga dibahas  terkait pelaku perburuan liar rusa di TNK  serta proses penanganannya.

Usai membahas strategi penanganan pelaku perburuan liar  di dalam kawasan TNK, tim berlanjut bertemu Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri. Pada pertemuan itu juga dibahas tentang peran Pemkab Bima sebagai wilayah penyangga pariwisata Labuan bajo.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumawardhono saat bertemu  Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri, beberapa waktu lalu di Bima.

Prinsipnya, kata Julisa,  perlu peningkatan kemampuan wilayah dalam mengembangkan potensi pariwisata dan memberdayakan masyarakat, sehingga bisa merubah perilaku masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran dan juga berkontribusi kepada kelestarian alam dan pariwisata.

Baca juga :  Pemprov NTT dan Sepasi Kerjasama di Bidang Budidaya Sorgum

Pada kesempatan yang sama, pihak TNK menyampaikan bahwa akan disiapkan lokasi penangkaran dan pembiakan rusa di Bima. Dengan begitu, diharapkan bisa memenuhi komoditas lokal rusa di wilayah Kabupaten Bima.

Dalam pertemuan itu, lanjut Julisa, Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, meminta jajarannya untuk memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat yang berada di Pesisir Selat Sape terkait pentingnya ikut menjaga TNK dan alam di sekitarnya.

“Terhadap penanganan kasus perburuan liar rusa ini, masih dilaksanakan koordinasi dan komunikasi secara intensif antara Polres Mabar dan TNK dengan Polres Bima serta Kejari Bima. Begitu juga dengan koordinasi dan kerja sama dengan Pemkab Bima untuk tetap menjaga keamanan di kawasan TNK dan perbatasan kedua daerah,” papar Julisa.(LM)