Semua Proses Perencanaan Harus Berbasis Data

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata,M.Si saat membuka kegiatan Fokus Group Disscusion (FGD) I Penyusunan Dokumen Riview Strategi Sanitasi Kota Kupang (SSK) di Hotel On The Rock Kupang, Rabu (18/9/2019) mengingatkan kepada para peserta, bahwa semua proses perencanaan harus berbasis data.

Karena itu, ia berharap, para peserta yang hadir dalam kegiatan Fokus Group Disscusion (FGD) I Penyusunan Dokumen Riview Strategi Sanitasi Kota Kupang (SSK) ini bisa memberikan kontribusi atau ide dalam membangun Kota Kupang yang bersih dan sehat dari segi sanitasi lingkungannya.

Forum diskusi seperti ini, menurut dia, harus dihadiri semua stakeholder untuk memberikan masukan sesuai sub sektor  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing untuk melengkapi sebuah dokumen perencanaan 5 tahun ke depan.

Kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan FGD itu, ia berharap memiliki komitmen yang sama dalam rangka menciptakan pembangunan yang lebih baik lagi di Kota Kupang 5 tahun mendatang.

“Apa yang kita bahas sekarang akan menjadi sebuah dokumen perencanaan 5 tahun ke depan. Perencanaan akan memberikan arah dalam pengembangan sanitasi. Ini sebuah model yang nantinya menjadi acuan untuk semua perangkat daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  di Kota Kupang. Karena itu, melalui momen ini kita mengevaluasi semua yang sudah ada, kemudian dilihat kelemahannya lalu dicarikan solusinya untuk dilengkapi,”urainya.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Ia berharap, keterlibatan semua stakeholder dalam kegiatan ini bisa memberikan masukan atau ide untuk membentuk sebuah dokumen perencanaan  yang bisa dioperasionalkan dan  dipertanggungjawabkan. Karena itu, dalam sebuah perencanaan dibutuhkan data base yang valid.

“Saya percaya, mereka yang hadir saat ini adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang sama dalam meningkatkan sanitasi lingkungan di Kota Kupang. Ayo berubah dari tidak baik menjadi baik, dan dari tidak tahu menjadi tahu,”imbuhnya.

Siap Kawal
Kepala Bappeda Kota Kupang, Jefry E. Pelt, SH berpose bersama para peserta Fokus Group Disscusion (FGD) I Penyusunan Dokumen Riview Strategi Sanitasi Kota Kupang (SSK) di Hotel On The Rock Kupang, Rabu (18/9/2019) (Foto : Kanisius Seda/NTT PEMBARUAN.com)

Sementara Kepala Bappeda Kota Kupang, Jefry E. Pelt, SH kepada wartawan media ini setelah menutup kegiatan tersebut  di Hotel On The Rock Kupang berjanji, akan mengkawal semua masukan dan kesepakatan bersama yang dihasilkan dalam  Fokus Group Disscusion (FGD) I Penyusunan Dokumen Riview Strategi Sanitasi Kota Kupang ini.

Baca juga :  Jelang Pilkada, Polres Mabar Tingkatkan Koordinasi Pengamanan

Kata Jefry, setiap 5 tahun dokumen itu direvisi. “Karena itu, hasil kesepakatan dalam FGD hari  ini akan kita tindaklanjuti melalui program dan kegiatan masing-masing perangkat daerah. Untuk masalah sanitasi, kita harus melihatnya secara rinci, dan dari pembahasan hari ini kita bisa mendapatkan sebuah perencanaan di setiap kelurahan tentang sanitasi lingkungan, baik itu limbah domestik maupun limbah rumah tangga yang harus diatasi secara baik dan benar karena sanitasi berdampak langsung kepada manusia dan lingkungan sekitarnya,” tutur dia.

Jefry mengatakan, dokumen yang disepakati  ini sangat strategis karena lewat dokumen ini dapat mendukung mencapai kota yang bersih dan sehat. “Dokumen ini nanti kita kawal, sehingga bisa muncul di berbagai program dan kegiatan dalam rangka mengatasi polusi di setiap kelurahan yang belum memenuhi standar pengelolaan sanitasi lingkungan,” tandasnya.

Baca juga :  Presiden Jokowi Kembali Kunker ke Labuan Bajo

Menyinggung soal rencana kerjasama PT. Semen Kupang dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang terkait pengelolaan sampah di Kota Kupang, menurut dia, suatu  langkah yang baik dalam rangka mengurang sampah di Kota Kupang ke depan.

Hadir dalam kegiatan FGD itu, utusan masing-masing instansi antara lain,Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Pokja AMPL NTT, UNICEF NTT, Bank Indonesia Perwakilan NTT, PDAM Kota Kupang, Puskesmas se-Kota Kupang, Koordinator Kotaku, dan sebagainya. (ade)