Di Labuan Bajo, Kesadaran Masyarakat Berlalulintas Masih Rendah

KESADARAN masyarakat dalam berlalulintas di Kota Labuan Bajo, Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), di ujung barat Pulau Flores,  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih rendah atau masih jauh dari  yang diharapkan.

Dalam pengamatan media ini di beberapa pojok kota di Labuan Bajo dan sekitarnya, masih saja terlihat kendaraan pribadi yang memarkirkan kendaraannya pada lokasi  rambu lalulintas yang bertuliskan dilarang parkir.

Nampak, sebuah mobil bermerek honda mobilio berwarna silver memarkirkan kendaraan pribadinya di pertigaan pedagang kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo, yang jelas-jelas di lokasi  itu tertancap papan rambu lalulintas bertuliskan dilarang parkir.

Pertanyaannya, apakah orang seperti itu belum memahami tanda-tanda rambu lalulintas jalan, atau sudah memahami, tetapi berpura-pura tidak tahu supaya menjadi tontonan masyarakat yang melintas di sekitar itu?

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan jalan pada  bab  I pasal 15 berbunyi, parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.  Dilanjutkan pasal 16 berbunyi, berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.

Baca juga :  Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Seperti diketahui, kondisi kemacetan lalulintas di Jalan Soekarno Hatta di Kota Labuan Bajo saat ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.

Kadis Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, Alexander S. Kelang

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, Alexander S. Kelang angkat bicara soal kesemrawutan arus lalulintas di daerah itu.   Kepada media ini, ia berjanji, akan melakukan penertiban di beberapa ruas jalan utama dalam kota Labuan Bajo dengan  tujuan untuk mengurangi kemacetan lalulintas akibat penumpukan kendaraan.

Titik yang sering mengalami kemacetan selama ini, menurut dia, sepanjang Jalan Soekarno Hatta, dimana sering terjadi penumpukan parkiran kendaraan roda empat dan roda dua di badan jalan.

Melihat fenomena itu, ia sudah mengundang  sejumlah instansi terkait untuk melakukan rapat koordinasi pembahasan tentang penertibarn parkir dan berlalulintas dalam Kota Labuan Bajo.

Baca juga :  Pemprov NTT Berkomitmen Wujudkan Sumba Sebagai Pusat Energi Baru dan Terbarukan

Rapat koordinasi  itu melibatkan  Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Satpol PP Mabar, Satlantas Polres Mabar, ASDP Labuan Bajo, Camat Komodo, Koramil 1612 Labuan Bajo, Polsek Komodo, Kelurahan Labuan Bajo, Organda Mabar dan perwakilan Asosiasi Travel Agent di Manggarai Barat.

Dalam rapat koordinasi itu, pihaknya membeberkan sejumlah persoalan dan rencana pemasangan barikade, rambu lalulintas dan penyediaan lahan parkir umum bagi kendaraan roda dua dan empat berdasarkan zona parkir.

Ia juga berjanji, akan memonitoring ke sejumah hotel dan restaurant di Kota Labuan Bajo sekaligus melakukan penertiban retribusi dan parkiran. Lokasi yang akan dilakukan penertiban nanti mulai dari kuliner Kampung Ujung sampai Masjid Nurul Falaq dan di depan Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

Baca juga :  Wabup Kupang Janji Jalan Matani-Lanudal Dihotmix

Selanjutnya dari depan Gardena Hotel hingga Hotel Labuan Bajo, dan sepanjang pusat Kantor Travel Agent hingga Bank BNI termasuk di depan Bandara Udara Komodo akan segera ditertibkan, tutup Alex.(LM)