Joko : “Saya Mengajak Masyarakat NTT Lebih Banyak Mengonsumsi Ikan”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan)  Pusat, dr. Joko Maryono mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk lebih banyak mengonsumsi ikan.

Ikan adalah sumber protein hewani untuk  kesehatan, kuat dan cerdas, kata Joko yang juga  ahli penyakit dalam dan ahli penyakit  jantung kepada media ini setelah menyajikan materi dalam  Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) di Aula Rumah Jabatan (Rumjab) Gubernur NTT, Kamis (12/9/2019).

Kata Joko, mengapa Rakor Forikan ini diikuti ibu –ibu Tim Penggerak PKK dari 22 kabupaten/kota se-NTT karena ibu-ibulah yang menyiapkan menu makanan dalam keluarga setiap hari.

Joko mengatakan,  mengonsumsi protein ikan akan menghasilkan anak-anak bangsa yang sehat, kuat dan cerdas. Untuk menyongsong Indonesia Emas, menurut dia, modalnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan kuat dengan mengonsumsi ikan hasil laut Indonesia.

Karena itu, melalui Rakor Forikan ini bisa memotitivasi  semua orang  untuk menengok ke laut yang sudah lama  ditinggalkan. “Laut  kita  mimiliki  udang  terbesar  di dunia. Karena itu, marilah tengok ke laut yang memiliki segala jenis ikan untuk dikonsumsi sebagai sumber energi dan kecerdasan bagi anak bangsa,” imbuhnya.

Baca juga :  Perbankan Harus Serius Bangun Perekonomian NTT

 

Cegah Stunting

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ganef Wurgiyanto mengatakan, Rakor Forikan ini diikuti  para Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Tim Penggerak PKK dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat  mencegah stuting pada usia anak sejak dini di daerah Flobamora ini.

“Melalui kegiatan ini kita memberikan masukan dan gambaran  tentang pentingnya manfaat  ikan untuk ketersediaan protein hewani yang sangat sehat, dalam rangka menghilang stunting di NTT,” kata Ganef.

Menurut dia, tidak benar kalau ada  anggapan bahwa mengonsumsi ikan lobster,krang dan udang itu mengandung  kolestrol  jahat, yang benar adalah kolestrol positif.

“Hasil  laut kita cukup melimpah, yuk konsumsi lebih banyak ikan laut. Dari semua jenis lauk pauk, ikan laut paling terkenal karena protein hewani yang tinggi dan gizi  lengkap lainnya yang tidak ditemukan pada jenis makanan lain,” ujarnya.

Baca juga :  Misa Kamis Putih di Gereja St. Kristoforus Matani Berlangsung Aman

Sementara  Ketua Panitia Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT), Anakletus Tese,S.Pi  mengatakan, kegiatan ini hanya berlangsung sehari saja diikuti 22 kabupaten/kota se-NTT.

Kegiatan selanjutnya, lomba masak ikan yang berlangsung di SMKN 3 Kota Kupang, Jumat, 13 September 2019 dimulai jam 09.00 Wita yang diikuti  22 kabupaten/kota se-NTT.

Ada tiga jenis  yang dilomba kan, yaitu  lomba masak menu keluarga, lomba masak kudapan dan lomba masak anak-anak  yang semuanya  serba ikan.  “Untuk lomba masak keluarga, kita siapkan ikan lele, sedangkan dua lomba lainnya disesuaikan dengan  pilihan peserta masing-masing,” jelas dia.

Tim  juri yang disiapkan  7 orang masing-masing dari  Balai POM Kupang, Dinas Kesehatan NTT, Tim Penggerak PKK Provinsi  NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan  Chef  (juru masak) dari Hotel Aston Kupang.

Baca juga :  Pemprov Jateng Bantu Para Korban Bencana Alam di NTT

Peserta  yang  meraih juara I,II, III, juara harapan I,II dan III serta  juara favorit I akan diberikan hadiah berupa plakat dan uang tunai berkisar antara Rp 1 juta – Rp 5 juta.

Sementara narasumber yang dihadirkan pada kegiatan sosialisasi di Aula Rumjab Gubernur NTT, Kamis, 12 September 2019, yakni  Ketua Forikan  NTT, Ny. Juliana Laiskodat, Ketua Forikan Pusat, dr. Joko Maryono, Umbu dari Fakultas Perikanan  UKAW Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef  Wurgiyanto. (ade)