JAKARTA, NTT PEMBARUAN.com- Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Baharudin Jusuf  Habibie (BJ Habibie) dimakamkan secara kenegaraan yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi)  di Taman Makam Pahlawan (TMP)  Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Presiden Jokowi dalam sambutannya usai pemakaman Presiden RI ke-3, BJ Habibie di TMP Kalibata, meminta seluruh rakyat Indonesia untuk berkabung atas wafatnya almarhum BJ Habibie.

Prof. BJ Habibie adalah seorang negarawan sejati, seorang inspirator, dan seorang ilmuwan. Indonesia kehilangan seorang inspirator bangsa.

Almarhum BJ Habibie dimakamkan  di TMP Kalibata sebagai penghormatan dari pemerintah dan negara kepadanya atas jasa dan pengapdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya.

Almathum lahir di Pare-Pare, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulse) pada tanggal 25 Juni 1936.  Dimana, semasa mudanya, almarhum tidak hanya berpikir dirinya sendiri, tetapi sudah memikirkan tentang bangsa Indonesia.

Almarhum tidak hanya berpikir tentang apa yang terjadi di Indonesia untuk 1—2 tahun mendatang, tetapi almarhum berpikir bekerja untuk membangun masa depan Indonesia 50 tahun ke depan, dan 100 tahun ke depan untuk Indonesia bisa lepas landas dari ketertinggalan dan menuju Indonesia maju.

Baca juga :  Menkominfo Gelar Webinar Pemanfaatan Internet di Ruteng

“Dari almarhumlah lahir industri-industri yang berbasiskan pada riset dan teknologi pesawat terbang yang menginspirasi kita untuk percaya diri, dan untuk menjadikan Indonesia berdiri sejajar dengan negara-negara besar di dunia,” kata orang nomor satu di Indonesia ini.

Presiden dua periode ini juga mengaku,  di masa presiden BJ Habibie telah meletakan dasar demokrasi di Indonesia dan bekerja tanpa kenal lelah menjadi manusia-manusia terbaik bagi Indonesia. Bagi almarhum, lanjut Presiden Jokowi, Sumber Daya Manusia (SDM) harus dikuatkan dengan agama, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

“Pada acara yang penuh hikmad ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia

untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti almarhum pada bangsa dan negara Indonesia. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum, semoga almarhum diterima dan diberikan tempat yang  baik di surga sesuai amal perjuangan dan pengapdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia,” harapnya.

Baca juga :  Persemaian Modern Labuan Bajo Bermanfaat Bagi Masyarakat Flores

Sementara itu, Ilham Akbar  Habibie, putra BJ Habibie dalam sambutannya  yang mewakili keluarga memohon dukungan doa dari seluruh  rakyat Indonesia untuk keselamatan almarhum di dunia akhirat.

“Kita kehilangan sahabat,  panutan, negarawan, industrial,dan  idola.  Ayah BJ Habibie dikeliling sahabat , teman-teman seperjuangan yang semuanya berdoa untuk ayah tercinta.  Kata cinta itulah ayah meninggalkan dunia ini. Karena kata cinta itulah yang mempunyai makna yang besar dalam hidup  almarhum BJ Habibie,,” kisah Ilham.

Dari kaca mata keluarga, menurut Ilham, BJ Habibie  telah memberikan contoh mengenai cinta suami istri, cinta kepada sanak saudara, cinta kepada pekerjaan, cinta kepada negara dan bangsa, cinta kepada dunia ini, dan cinta seluas-luasnya.

Baca juga :  Kementerian Agraria Luncurkan Aplikasi Loketku

“Saya inggat  9 tahun yang lalu, kita melihat  upacara pemakaman ibunda,  Ainun Habibie (almarhumah) yang adalah istri dari  BJ Habibie. Kini, almarhum BJ Habibie juga dimakamkan di samping pemakaman ibunda, Ainun Habibie di TMP Kalibata.  Mereka sekarang bisa bersatu kembali di akhirat. Mudah-mudahan keduanya diterima di surga,” doanya.

Turut hadir dalam upacara pemakaman almarhum BJ Habibie antara lain, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seluruh Menteri Kabinet Kerja, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat umum. (mus/ade)