KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Josef Nai Soi mengajak seluruh kader PKK dan kader posyandu di 22 kabupaten/kota di NTT untuk bersama-sama mencegah stunting.

“Sesuai tema Jombore Tingkat NTT Tahun 2019  Dengan Semangat Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tahun 2019  Bersama Kita Mencegah Stunting di NTT. Mari kita sama-sama mencegah stunting di NTT,” ajak Wagub Nai Soi saat membuka Jambore 2019 Kader PKK dan Kader Posyandu di halaman rumah jabatan (Rumjab) Gubernur NTT, Selasa (10/9/2019).

Jambore yang diikuti 22 kabupaten/kota di NTT itu akan berlangsung selama 4 hari ke depan, terhitung sejak 9—12 September 2019. “Sesuai visi kami, masyarakat NTT tidak boleh lagi kita tidur, tidak boleh lagi kita diam, mari kita bangkit bersama dan semangat bersama untuk membangun NTT supaya kita tidak dituduh lagi termiskin. Kalau kita termiskin, maka nenek moyang kita akan marah kepada kita,” kata Wagub Nai Soi.

Baca juga :  Kantongi Izin Legal, Klinik King Care Kupang Kembali Beroperasi

Untuk mendorong semangat kader PKK dan kader posyandu, ia menekankan tiga pola cara kerja dengan menggunakan nama 3 A, yakni Allah, Arwah Leluhur, dan Alam yang memiliki kekayaan luar biasa.

Ketiga kata itu diikuti dengan dua kata kunci, yaitu semangat dan kader.  Kalau kader adalah orang yang tidak pernah putus asa dan orang yang tidak pernah kenal lelah. “Saya yakin, kader PKK dan  kader posyandu pasti memiliki semangat yang benar-benar militan untuk mencegah stunting. Saya mohon kader PKK dan kader posyandu ke depan setiap 2–3 bulan turun cek ke lapangan, apakah gejala stunting kita sudah menurun atau bertambah, sehingga pada jambore  tahun berikutnya kita sudah memiliki data yang lengkap,” tandasnya.

Faktor yang mempengaruhi stunting itu, kata Wagub Nai Soi, tidak hanya dipengaruhi oleh gizi buruk, tetapi juga datang dari sanitasi lingkungan yang kurang sehat.

Baca juga :  Perairan NTT Dilandai Badai Australia, Ini Penjelasan BMKG Kupang
Target Juara I
TARIAN CACI- Kontingen Jambore 2019 dari Kabupaten Manggarai dengan menampilkan budaya tarian cacinya.

Secara terpisah, Ny. Meri Banu, mewakili ketua tim rombongan jambore dari Kabupaten Manggarai Barat mengharapkan juara I pada jambore tingkat NTT 2019,sehingga bisa mewakili NTT menuju ke ajang jambore nasional 2019 nanti.

Tim yang didampinginya saat ini sejumlah 20 orang yang merupakan juara I lomba jambore kader PKK dan kader posyandu 2019 tingkat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

“Persiapan kami cukup matang, karena peserta yang datang ini merupakan peserta yang meraih juara I jambore kader PKK dan kader posyandu tingkat kecamatan dan kabupaten sebelumnya,” kata Meri dengan nada optimis.

Senada dengan itu, Ny. Elen Nora yang juga pendamping peserta jambore 2019 dari Mabar menyebutkan,   ada 5 jenis mata jambore kader PKK dan kader posyandu 2019 ditambah 2 jenis lomba dari Pokja 4, yaitu lomba program dan lomba pengisian KMS.

Baca juga :  Agus : Memeriahkan HUT RI Ke-76 dengan Kegiatan Positif

“Kami juga siap mengikuti 2 lomba gembira lainnya, yaitu lomba ulah tangga dengan BHPS dan pesan berantai. Semuanya kami  sudah siapkan secara maksimal. Apa yang kami bawa ini bisa memberikan  yang terbaik untuk Mabar dengan targetnya bisa lolos ke ajang nasional atau minimal mendapat juara pendampilan terbaik, harap Elen.

Sementara Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Manggarai Barat, Marthinus mengatakan, muara dari kegiatan ini adalah mendukung tema yang diusung  tahun ini yang intinya mencegah stunting dan Mabar siap untuk melakukan pencegahan stunting. (ade)