Kelurahan Penkase Jadi Sampel Penelitian Tim IKKON BEKRAF 2019


KUPANG,NTT PEMBARUAN.com – Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan sampel penelitian dari Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara  Badan Ekonomi Kreatif (IKKON BEKRAF) 2019.

Tim IKKON BEKRAF yang terdiri 11 orang ini memilih Kelurahan Penkase Oleta sebagai sampel penelitian karena masyarakat sangat ramah dan mempunyai kemauan besar untuk belajar.

“Program utama kami  di  Kelurahan Penkase Oeleta adalah mewarnai  yang dilakukan 24 pengrajin tenun dengan menggunakan warna alam,” kata  Budi Suyanto alias Sammy, Mentor Tim IKKON BEKRAF kepada media ini usai memaparkan hasil penelitian Tim IKKON BEKRAF di Ja’o Cafe Kupang, Jumat (6/9/2019).

Kurang lebih 5 bulan, tim ini melakukan penelitian di Kota Kupang dengan mengambil sampel Kelurahan Penkase Oeleta yang salah satu fokus kegiatannya melakukan pendampingan 24 pengrajin tenun yang merupakan tumpuan hidup mereka.

“Kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang untuk mengunjungi satu persatu kelurahan yang ada di Kota Kupang lalu memilih Kelurahan Penkase- Oeleta sebagai sampel,” kata Budi.

Baca juga :  Pemkab Kupang dan Alfa Omega Tandatangan MoU Proyek Envision

Saat pertama kali mendatangi kelurahan  itu, tim ini melihat masyarakatnya sangat welcome    dan mudah  akrab. “ Ada statemen dari masyarakat yang  menggugah kami  yaitu tolong ajar kami, dan kami mau belajar,” kata Budi meniru ucapan warga sebelumnya.

Bagi warga Penkase –Oeleta,  mewarnai itu membutuhkan proses yang cukup lama dan  cape sehingga tidak ada waktu lagi untuk menjual hasil tenunannya. “Kami melihat, dengan pewarna alam  justru meningkatkan nilai jualnya tidak saja di Kota Kupang, tetapi juga di luar NTT, seperti di Yogya, Bali  dan kota-kota lainnya dengan harga yang mahal.  Itu alasannya, sehingga  kami berusaha untuk kembali ke pewarna alam,” jelas dia.

Kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu di beberapa daerah lainnya di Indonesia, dan tahun ini merupakan tahun ke-4.   IKKON merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Tahun 2019 IKKON hadir di Kabupaten Aceh Utara, Kota Tanjung Pinang, Kota Tomohon, Kabupaten Lombok Tmur dan Kota Kupang. Pelaksanaan IKKON dibagi menjadi empat tahapan kegiatan yaitu, pemerataan potensi, perencanaan desain, purwarupa, dan pameran/festival.

Budi mengatakan, kegiatan IKKON Kupang mengajak seluruh kalangan masyarakat kreatif Kota Kupang untuk  berpartisipasi dalam kegiatan IKKON Kupang 2019. “ Kolabolator yang telah kami ajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan IKKON 2019 adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang,  Dinas Pariwisata Kota Kupang, Dekranasda Kota Kupang, Komunitas Kreatif Kota Kupang, Pengrajin Tenun, anyaman lontar, sanggar tari, media lokal Kota Kupang dan Nasional,”sebut Budi.

Selama kurang lebih 14 hari melakukan research di trip pertama pada bulan Juli 2019, kemudian di trip kedua melakukan perencanaan desain, IKKON Kupang telah menemukan Brand Essence Kupang yaitu, romantic, empathy, passionate, raw , nostalgic.

Tim IKKON BEKRAF 2019 berpose bersama para pegawai Dinas Pariwisata Kota Kupang usai memaparkan hasil penelitiannya di Ja’o Cafe Kupang, Jumat (6/9/2019).

Sebagai pembicara Walikota Kupang, Jefriston Riwu Kore dan Tim IKKON Kupang 2019, Budi Suyanto (mentor), Aminah Agustina (antropolog), Sri Wahyuni (pengembang bisnis), Eko Cahyo Saputro (Arsitek) , Ferry C. Nugroho (koreografer), Elizabeth Marcellina (desainer teksil), Mirza Maulana ( desainer grafis), Wisnu Purbandaru (desainer produk), Aldri Indrayana (desainer fashion), Rina Kusumastuti (fotografer), Ulul Albab (videographer).

Baca juga :  Tingkatkan Taraf Ekonomi Petani, Pemprov NTT Intervensi Pada Sektor Hulu

Budi berharap, dengan keberadaan IKKON Kupang 2019 dapat memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat secara langsung, dan  akan muncul produk-produk kreatif baru yang dapat menjadi Ikon dari masing-masing daerah.

Ke depan, ia berharap, semakin banyak pelaku ekonomi kreatif (komunitas, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat) Kota Kupang dapat berkolaborasi dengan Tim IKKON Kupang 2019 untuk berinovasi dan berkreasi untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif Indonesia. (ade)