NTT Mengalami Deflasi 0,29 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  mencatat dalam bulan Agustus 2019 NTT mengalami deflasi sebesar 0,29 persen.

Kondisi serupa dialami Kota Kupang, Pusat Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar 0,33 persen, dan Kota Maumere, Kabupaten Sikka mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Hasil pantauan itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT), Demarce Sabuna didampingi Kabid IPDS BPS NTT, Tio Faryda Gultom kepada wartawan dan dinas terkait di Ruang Vicon Lantai II BPS NTT, Senin (2/9/2019).

Ia memaparkan, deflasi Agustus 2019 di NTT terjadi karena adanya penurnan indeks harga pada 5 kelompok pengeluaran dimana kelompok bahan makanan mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar 1,23 persen, kelompok transportasi sebesar 0,06 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,02 persen, perumahan sebesar 0,01 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Baca juga :  Hari Pelanggan, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka UMKM/IKM

Selanjutnya, ia menyebutkan, untuk kelompok sandang dan kesehatan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,33 persen dan 0,12 persen.

Sabuna mengatakan, pada Agustus 2019, dari 82 kota sampel IHK Nasional 44 kota mengalami inflasi, dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus sebesar 0,82 persen, dan terendah terjadi di Kota Pare-Pare, Madiun, dan Tasikmalaya dengan inflasi sebesar 0,04 persen, sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,10 persen, terendah terjadi di Kota Tegal dan Palopo sebesar 0,02 persen. (ade)

Komentar