Gubernur NTT Diminta Hidupkan Budaya Menenun Sejak Kecil

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi diminta untuk menghidupkan kembali budaya menenun di NTT sejak kecil.

“Saya mendengar budaya di NTT pada zaman dahulu, salah satu syarat bagi anak perempuan sebelum menikah harus bisa menenun, tetapi sekarang budaya itu sudah mulai pudar. Karena itu, saya minta Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT untuk menghidupkan kembali budaya tersebut,” pinta Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla saat berdialong bersama Dekranasda NTT, kabupaten/kota  se-NTT selaku usaha kerajinan, organisasi perempuan dan perangkat daerah terkait di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu (28/8/2019).

Dialog yang dipimpin langsung Ketua Dekranasda NTT, Ny. Juli Laiskodat ini dihadiri Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi, para Ketua Bidang Dekranas Pusat, para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTT, para pelaku usaha kerajinan di NTT, organisasi perempuan dan perangkat daerah terkait.

“Saya sayangkan budaya orangtua zaman dahulu yang mewajibkan semua  anak perempuannya harus bisa menenun sebelum kawin, tetapi sekarang sudah hilang. Hanya yang tua-tua saja yang masih bisa menenun,” kata RI-4 ini.

Kedatangan Ibu Jusuf Kalla ke NTT kali ini  dalam rangka sinergi program pembinaan antara Dekranas dan Dekranasda NTT, khususnya untuk melihat dari dekat perkembangan  industri kerajinan di daerah Flobamora.

Baca juga :  Cegah Penularan Covid-19, PLN ULP Ruteng Bantu APD Pada Masyarakat Matim

Menurut dia, potensi produk kerajinan NTT yang paling menonjol adalah tenun yang sangat erat kaitannya dengan budaya dan kearifan lokal masing-masing kabupaten/kota, dimana  telah mendapat apresiasi dari negara-negara peserta  World Ikat Textile Symposium akan keindahan tenun NTT.

Ibu Mufidah mengharapkan peran Dekranasda NTT agar dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi perajin dengan menggali motif-motif khas NTT di samping untuk meningkatkan daya saing juga untuk mempertahankan warisan budaya atau kearifan lokal.

Mengingat tenun sangat erat kaitannya dengan kearifan lokal maka perlindungan Hak Kekayaan Intelektual  (HKI) perlu diperhatikan, baik merk, pendaftaran motif dan pendaftaran indikasi geografis.

Indikasi geografis merupakan identitas produk yang telah memiliki reputasi, ciri khas berkaitan dengan geografis tertentu dan kualitas tinggi yang dapat melindungi baik produsen maupun konsumen dari pemalsuan barang.

Tenun NTT yang telah mendapatkan sertfikat indikasi geografis adalah tenun ikat Sikka, tenun ikat Alor dan tenun songket Alor dan  diharapkan tenun dari daerah lain di NTT juga ikut menyusul.

Mufidah mengatakan, regenerasi perajin juga perlu diperhatikan yang dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan bagi para generasi muda yang dapat menciptakan wirausaha baru.

Baca juga :  Kondisi 24 September 2020, NTT Tambah 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid—19

Di bidang pemasaran persaingannya juga sangat ketat, khususnya pemasaran yang memanfaatkan belanja online. Untuk itu agar tidak ketinggalan dan untuk meningkatkan serta memperluas jaringan pemasaran, Ibu Mufidah mengharapkan agar Dekranasda NTT dapat memfasilitasi para perajin  NTT.


Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla didampingi Ketua Dekranasda NTT, Ny. Juliana Laiskodat, Wagub NTT, Josef Nai Soi dan para Ketua Bidang Dekranas Pusat saat berdialog dengan Dekranasda NTT, Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTT, organisasi perempuan dan perangkat daerah terkait  di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu (28/8/2019) (Foto : Kanisius Seda/NTT PEMBARUAN.com)

Sementara Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi  mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla ke NTT.

Ia berharap, kehadiran Ibu Jusuf Kalla dapat menambah wawasan baru terkait budaya tenun ikat kepada para pengurus Dekranasda NTT,  Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTT, dan para pengrajin tenun ikat di NTT.

NTT, lanjut dia,  sangat kaya dengan motif daerahnya masing-masing. Wagub Nai Soi juga mengakui, berkat jasa Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat bisa masuk salah satu keajaiban di dunia. “Ini adalah hal yang luar biasa,” kata dia.

Melalui Ibu Jusuf Kalla, Wagub Nai Soi menyampaikan salam dari masyarakat NTT kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta karena atas perjuangannya sehingga NTT bisa terkenal di dunia.

Baca juga :  Tingkatkan Mutu dan Seni Kreatif Lokal, BOP - LBF Gelar Pelatihan

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda NTT, Ny. Juliana Laiskodat mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum Dekranas, Ibu Jusuf Kalla bersama rombongannya dari Jakarta ke bumi Flobamora.

“Kami berterimakasih atas kesediaan Ibu Jusuf Kalla mengunjungi Dekranasda NTT, Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTT, dan para perajin tenun ikat di NTT dalam rangka melakukan pembinaan usaha kerajinan tenun ikat di NTT,” tukasnya.

Ia menyebutkan, ada tiga prioritas program Dekranasda NTT ke depan, pertama, melestarikan dan melindungi nilai-nilai budaya, kedua, mengembangkan wilayah batasan budaya, dan ketiga, meningkatkan nilai ekonomis produk kerajinan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

“Kegiatan-kegiatan yang telah kami lakukan dalam kurun waktu 11 bulan ini melakukan konsolidasi Dekranasda NTT dengan Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTT, dalam bentuk rapat koordinasi, melakukan pembinaan pada kelompok terpadu di 22 desa model, dan melakukan supervisi,” sebut dia. (ade)