Asisten I Setda NTT Menerima Tim Peneliti dari Unhan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menerima kunjungan tim peneliti dari  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  (LPPM) Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019).

Tim peneliti yang datang dari LPPM Universitas Pertahanan ini diketuai Brigjen TNI  Agus Winarma, S.IP,M.Tr  dengan anggotanya, Kolonel Arm Ridwan Gunawan, S.IP.M.Han, dan Letkol Inf Dr. Triyoga Budi Prasetyo,M.Si.

Ketua Tim Peneliti Unhan, Brigjen TNI Agus Winarma kepada wartawan usai pertemuan dengan Asisten I Setda NTT mengatakan, penelitian yang mereka lakukan merupakan implementasi dari fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia.

Unhan, sebut Agus, salah satu perguruan tinggi negeri yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu yang secara organisasi berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia, namun dalam melaksanakan kegiatan akademiknya tetap  di bawah pembinaan Mendikti.

Sebagai dosen Fakultas Strategi Pertahanan,  tahun 2019 ini mereka melakukan penelitian di Wilayah Perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dengan topik  “Strategi Pengelolaan Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Dalam Meningkatkan Sistem Pertahanan Negara dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi NTT”.

Baca juga :  Optimalkan Pool Test, Bandara dan Pelabuhan di NTT Beroperasi Normal

Untuk itu, mereka membutuhkan data-data informasi penelitian yang akan dikumpulkan dengan teknik wawancara, kuisioner, dan studi dokumen. “Saya ingin memberikan informasi kepada seluruh masyarakat NTT soal keberadaan Unhan yang sudah berdiri 10 tahun lalu,”kata Agus.

Agus menyebutkan, Unhan menerima lulusan sarjana (S1) dari kalangan TNI,Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalangan swasta dan kalangan umum untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di kampus tersebut.

Kampus, tempat  mereka mengajar itu, memiliki 17 program studi (prodi) dan mahasiswanya berasal dari semua provinsi di Indonesia termasuk dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua mahasiswanya mendapat beasiswa penuh dari negara.

“Sebagai dosen di Unhan kami juga melakukan penelitian, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia.  Semua dosen Unhan disebar ke seluruh Indonesia untuk melakukan penelitian. Kami sendiri mendapatkan lokasi penelitannya di NTT dengan fokusnya di Wilayah Perbatasan NKRI-RDTL,” urainya.

Dalam penelitian nanti, mereka akan mengumpulkan data, baik data skunder maupun data primer dalam bentuk wawancara Gubernur NTT beserta jajarannya, Danrem 161 Wira Sakti Kupang beserta jajarannya, Bupati TTU, Bupati Malaka, Bupati Belu, termasuk Kepala Distrik Oekusi, Negara Timor Leste untuk mengetahui seperti apa permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan.

Baca juga :  Gandeng TNI dan PT. Wartsila Indonesia, PLN Bantu Ruang Sekolah di Maumere

Ia mengatakan, penelitian ini untuk menemukan model dalam menyelesaikan masalah perbatasan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.  Terkait  niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawakan kuliah umum di Unhan, Agus berjanji akan menyampaikan hal itu kepada rektornya.

“Kami sangat senang dengan niat baik Gubernur NTT untuk memberikan kuliah umum di Unhan dengan mengundang para bupati di daratan Timor, sehingga kami bisa tahu seperti apa kebijakan gubernur dalam menyelesaikan wilayah perbatasan kemudian dikaji lebih mendalam dari prespektif ilmiahnya,”ungkap Agus.

POSE BERSAMA- Ketua Tim  Penelitian Unhan, Brigjen TNI Agus Winarma,S.IP.M.Tr,dkk berpose bersama Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin dan Kepala Badan Perbatasan NTT, Linus Lusi di ruang kerja Asisten I Setda NTT, Senin (26/8/2019)

Pada tempat yang sama, Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menyambut baik kedatangan tim peneliti dari Unhan untuk melihat persoalan –persoalandi wilayah perbatasan antardua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste.

Ia berharap, melalui penelitian ini akan melahirkan kolaborasi dan bersinergi dalam rangka menyelesaikan masalah perbatasan antardua negara. “Kemiskinan yang terjadi saat ini harus kita ‘perangi’ bersama-sama secara kolaborasi, tidak saja hanya Pemprov NTT, tetapi juga miliiter melalui  LPPM Universitas Pertahanan termasuk  pihak swasta ikut berperan maksimal di kawasan perbatasan NKRI –Timor Leste, sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakatnya.

Baca juga :  Sumba Barat Kirim 228 Sampel Swab ke Kupang

Kepada Tim LPPM Unhan, ia juga menyampaikan niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawa kuliah umum di kampus tersebut dalam waktu dekat ini terkait penyelesaian masalah perbatasan.

Sementara, Kepala Badan Perbatasan NTT, Linus Lusi dihadapan Tim Peneliti Unhan dan  Asisten  I Setda NTT memberikan apresiasi soal kehadiran tim ini  di NTT.  “Mudah-mudahan melalui penelitin ini dapat mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan antarnegara yang hasil kajiannya nanti bisa memberikan rekomendasi terhadap lembaga Kementerian Pertahanan RI di Jakarta,” harapnya. (ade)