Pemkot Kupang Siapkan Lahan 25 Hektar untuk Perumahan ASN

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sudah menyiapkan lahan seluas 25 hektar di Belo untuk pembangunan perumahan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Kupang yang belum memiliki rumah.

”Kami sudah  menyiapkan lahan seluas 25 hektar di Belo untuk dibangun perumahan bagi para ASN  di Kota Kupang.  Jika program BP2BT  dan FLLPP berjalan, maka perumahan bagi  para ASN di Kota Kupang juga bisa  dibangun,” kata Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore saat membuka Bank NTT REI Expo XII Tahun 2019 yang digelar DPD REI NTT di Lantai I Lippo Plaza Kupang, Jumat (9/8/2019) malam.

Jefri mengatakan, tahun ini ASN di Kota Kupang diberi tunjangan kinerja dengan besarannya bervariasi sesuai eselon masing-masing. Misalnya, untuk esalon II sebesar Rp 5 juta, eselon III sebesar Rp 4 juta, dan eselon IV sebesar Rp 3 juta.

“Jadi kalau mereka (para ASN) membeli rumah yang dibangun DPD REI NTT, maka cicilan setiap bulan bisa dipotong langsung dari tunjangan kinerja (Tukin) yang diberikan itu,” kata Jefri yang  juga Ketua DPD Partai Demokrat NTT ini.

Baca juga :  Gubernur VBL Lantik Empat Penjabat Bupati di NTT

Karena itu, ia menghimbau,  kepada ASN Kota Kupang  yang belum memiliki rumah untuk membuka tabungan di Bank NTT, sehingga Tukinnya akan ditransferkan  langsung ke rekening yang bersangkutan di Bank NTT untuk membayar cicilan rumahnya setiap bulan.

“Prinsipnya, kami siap bekerja sama dengan DPD REI NTT  dan Bank NTT  untuk membangun rumah bagi masyarakat Kota Kupang termasuk bagi para ASN yang belum memiliki rumah,”  tukasnya.

Menurut dia, rumah adalah hal yang sangat vital  sebagai salah indikator kemiskinan.  Dari 16 indikator kemiskinan, sekitar 9 indikator berkaitan dengan rumah, dan kalau sudah memiliki rumah layak huni sudah keluar dari kemiskinan.

Karena itu, pihaknya terus memperjuangan agar Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) yang nilainya cukup memberatkan masyarakat saat membeli rumah dihapuskan dalam bentuk peraturan daerah (Perda) atau peraturan walikota (Perwali) nanti.

Ia yakin, kalau BPHATB dihapus , akan sangat membantu masyarakat  Kota Kupang saat membeli perumahan. “”Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat  termasuk ASN ,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Isak Eduard Rihi dalam sambutan pada pembukaan Bank NTT REI Expo ini   mengajak DPD REI NTT,  Bank NTT dan Bank Indonesia bersama Pemkot Kupang untuk berkolaborasi mendukung pembangunan perumahan di NTT.

Baca juga :  Gubernur NTT : “Sekarang Kita Bereskan Kebutuhan Dasar Masyarakat”

Ia menyebutkan, NTT adalah sebagai  provinsi  termiskin ketiga di Indonesia dengan angka di atas 30 persen yang sangat  berdampak pada kemampuan  daya beli rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Karena itu, ia terus mendorong agar masyarakat NTT bisa memiliki rumah layak huni dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 253 miliar.  “Bagi kami, jumlah ini tidak terlalu  besar. Bank  NTT tidak sekedar bersih, terkuat dan terpercaya,  tetapi akan menjadi  rumah perbendaharan masyarakat  NTT. Bank NTT  akan menjadi rumah yang layak bagi masyarakat NTT  untuk  menyimpan semua hartanya.” ujarnya.

Isak juga menginformasikan,  bahwa Bank NTT  sudah menyusun road map kesejahteraan masyarakat  yang  dinamakan deklarasi Komodo yang mendorong sektor-sektor ekonomi di NTT.

Misalnya, di bidang pariwisata akan dibangun secara terintegrasi dengan mendorong revitalisasi rumah rakyat untuk jadi hotel bintang 5, sehingga memberi nilai tambah atau konsepnya  adalah  sharing ekonomi dari bidang pariwisata yang akan didorong oleh Bank NTT.

Baca juga :  Gubernur NTT Apresiasi Kepada BNPB

“Kita membantu merevitalisasi rumah masyarakat untuk menjadi hunian bagi wisatawan dengan pembiayaan penuh dari Bank NTT, sehingga wisatawan menginap, maka masyarakat yang akan memperoleh keuntungan.  Karena itu, masyarakat akan  dipersiapkan untuk memiliki mental hospitality pariwisata.” ungkapnya.

Dalam road map itu, lanjut dia,  akan dibangun economic city, yaitu perumahan yang lengkap dengan semua kebutuhan. “Kami minta Walikota Kupang  kasih lahan untuk membangun perumahan layak huni  bagi masyarakat kota. Dalam skema kami sudah dipersiapkan dana sebesar Rp50 trilyun untuk bangun sektor industri perumahan.  Skema Bank NTT adalah membangun perumahan economi city di kabupaten/ kota di NTT,” janji Isak. (ade)