Di Kota Kupang, Tim SAR Gabungan Temukan Sepuluh Korban dari Reruntuhan Gedung

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Tim SAR gabungan berhasil menemukan sepuluh korban dari timbunan reruntuhan gedung akibat gempa bumi tektonik  yang mengguncang Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur,  Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 06.10 Wita.

Berdasarkan hasil analisis BMKG Kupang menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=7,2 SR. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,33 LS dan 123,55 BT, atau tepatnya berlokasi di Pantai Tuakdale, jarak 17 km arah barat daya Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 20 km.

Akibat gempa tersebut wilayah di sekitar pusat gempa mengalami kerusakan bangunan, jalan raya dan fasilitas umum lainnya serta menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh BPBD Kota Kupang, dari hasil analisa terhadap gempa tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. Setelah ditetapkan sebagai bencana nasional, BPBD Kota Kupang segera membangun Posko Penanggulangan Bencana.

Semua stakeholder yang punya peran dalam penanggulangan bencana berkumpul di bawah kendali BPBD Kota Kupang, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang ditunjuk sebagai koordinator.

Baca juga :  Perahu Motor POB 6 Orang Mengalami Mati Mesin di Perairan Tablolong

Mengingat dampak gempa yang terjadi di wilayah Kota Kupang cukup luas, maka Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A  Kupang segera menghubungi potensi Pencarian dan Pertolongan di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Tugas pertama hari ini  (Jumat, 2/8/2019,red) melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap sepuluh korban yang terjebak di reruntuhan bangunan rumah di Kelurahan Penfui, Kota Kupang pada koordinat  10°10’20.74″S-123°39’17.88″E, sebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,SE,MM saat memberi simulasi kepada 52 personil Tim SAR gabungan yang mengikuti  pelatihan SAR Beregu dan Pelatihan Potensi SAR di  Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Jumat (2/8/2019).

Tim SAR yang terlibat dalam simulasi ini, selain dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, TNI/Polri, instansi pemerintah dan non pemerintah yang awalnya berjumlah 60 orang, namun yang mengikuti hingga selesai hanya 52 orang saja.

Baca juga :  Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Lalu mengapa simulasinya fokus pada bangunan runtuh, mengingat potensi bahaya gempa di NTT cukup tingg, salah satunya di Sumba.  Berdasarkan pantuan BMKG, kata Emi, Wilayah Sumba dalam sehari saja, hampir lebih dari 15 kali terjadi gempa bumi.

Para korban yang berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan dari reruntuhan gedung pasca gempa saat melakukan simulasi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Jumat (2/8/2019) (Foto : Kanisius Seda/NTT PEMBARUAN.com)

“Saat ini memang di NTT, hampir 85 persen terjadi kecelakaan laut.  Tetapi, ada potensi besar terjadi gempa bumi. Sehingga sejak dini kita harus menyiapkan, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun peralatannya,” tukas dia.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personil potensi SAR yang ada. Diharapkan, merekalah (para peserta latihan,red) yang nantinya menjadi pioner untuk ditularkan kepada instansinya masing-masing.

Kalau dihendel semua oleh Basarnas, menurut dia,  dari segi pendaaan tidak cukup. Tetapi, latihan ini mereka bisa menjadi pioner untuk dikembangkan di instansinya masing-masing, sehingga ketika terjadi bencana semuanya sudah siap. “Kita akan membuat satu group tersendiri nanti, untuk memudahkan koordinasi jika terjadi bencana,” paparnya.

Baca juga :  Tahun 2021, Gedung SMPN 6 Welak Mulai Dibangun

Potensi SAR yang telah mengikuti latihan ini, telah melewati pembekalan selama empat hari di Hotel Neo dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang. Selanjutnya, Jumat, 2 Agustus 2019 pagi sudah mengikuti ujian tertulis, dan sore harinya mengikuti simulasi. “Dalam simulasi ini, kita seting seakan-akan ada terjadi gempa di Kota Kupang yang menyebabkan sejumlah gedung bertingkat runtuh.  Ini sebagai pilot project, karena kegiatan ini  belum pernah diadakan di Kantor SAR mana pun di Indonesia, baru pertama kali dilaksanakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang,” ujarnya. (ade)