KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2019 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen jika dibanding dengan NTP Juni 2019.

NTP Juli 2019 sebesar 106,42, artinya bahwa daya beli/daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya. Kalau harganya naik, maka yang untung adalah petaninya, kata  Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT), Maritje Pattiwaelapia kepada wartawan dan dinas terkait di Ruang Rapat Lantai II BPS NTT, Kamis (1/8/2019).

Disebutkannya, Juli 2019, NTP NTT sebesar 106,42 dengan NTP masing-masing, subsektor tercatat sebesar 105,54 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 102,81 untuk subsektor holtikultura (NTP-H), 107,49 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 108,92 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt), dan 107,85 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Baca juga :  Polres Mabar Gelar Pemeriksaan Senpi Dinas Polri

Berdasarkan perkembangan NTP itu, ia menyimpulkan, bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan, adanya peningkatan harga jual hasil pertanian,sedangkan harga konsumsi rumah tangga dan biaya produksi tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Di daerah pedesaan, menurut dia, tidak terjadi perubahan harga komoditi konsumsi rumah tangga, sehingga tidak terjadi pergolakan harga (inflasi/deflasi).

 

Ekspor Alami Penurunan
Para wartawan saat mengikuti jumpa pers di Kantor BPS NTT, Kamis (1/8/2019)B

Maritje  mengatakan, untuk ekspor NTT pada bulan Juni 2019 senilai US $1.109.999 dengan volume sebesar 5.231,3 ton, mengalami penurunan sebesar 5,75 persen dari ekspor bulan Mei 2019 sebesar US $ 1.177.725.

Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas sebesar US $ 84.886 dan ekspor non migas senilai US $ 1.025.112.

Baca juga :  Jaringan Irigasi Wuncung di Mabar Belum Dikerjakan

Komoditas ekspor NTT bulan Juni 2019 seluruhnya dikirim ke Negara Timor Leste sebesar US $ 1.109.999, dan terbesar kelompok komoditas garam, belerang, dan kapur  senilai US $ 202.101

Sementara, impor yang masuk ke NTT Juni 2019 senilai US $ 17.350 dengan volume sebesar 65,87 ton dengan komoditas impor terbesar biji-bijian berminyak didatangkan dari Timor Leste.

Jika membandingkan kumulatif nilai ekspor sebesar US $ 6.802.286 terhadap  kumulatif nilai impor sebesar US $ 31.114.235, maka pada tahun 2019 terdapat defisit sebesar US $ 24.311.949. (ade)