Inflasi Juli 2019 di NTT Masih Bisa Terkendali

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen,setelah bulan sebelumnya, Juni 2019 mengalami deflasi sebesar 0,19 persen.

“Dengan kata lain, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,72 pada Juni 2019 menjadi 135,00 pada Juli 2019. Inflasi Juli 2019 masih bisa terkendali, dan kita berharap inflasi ini tetap terjaga,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT), Maritje Pattiwaelapia kepada wartawan dan dinas terkait di Ruang Rapat Lantai II BPS NTT, Kamis (1/8/2019).

Inflasi Juli 2019 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran, dimana kelompok pendidikan mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 1,85 persen, kelompok sandang sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen, transportasi sebesar 0,20 persen, dan kelompok makanan jadi sebesar 0,06 persen.

Baca juga :  New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

Sedangkan kelompok perumahan, lanjut dia, mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,01 persen. Kota Kupang juga, kata Maritje, pada bulan Juli 2019 ikut mengalami inflasi sebesar 0,26 persen.  Sebaliknya, Kota Maumere di Flores mengalami deflasi sebesar 0,19 persen.

Masih pada Juli 2019, dari 82 kota sample IHK Nasional, 55 kota mengalami inflasi, dan 27 kota mengalami deflasi.  Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,88 persen, dan terendah terjadi di Kota Makasar dengan inflasi sebesar 0,01 persen. Sementara, deflasi terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 1,55 persen, dan terendah terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,02 persen.

Ia menjelaskan, IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Baca juga :  Diresmikan, KMP Garda Maritim 3 Lintas Kupang-Rote

Perubahan IHK dari waktu ke waktu, menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Ia menyebutkan, tingkat inflasi di Indonesia diukur dari persentase perubahan IHK, dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh BPS. (ade)