Pesparani Nasional 2020 di NTT Akan Dibuka Presiden Jokowi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Menurut rencana, lomba Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani)  II Tingkat Nasional yang dipusatkan di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 27 Oktober 2020 mendatang akan dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan ditutup Wakil Presiden atau pejabat yang mewakilinya.

“Waktu pelaksanaan lomba Pesparani Nasional itu sudah disepakati bersama panitia pusat, yaitu tanggal 27 Oktober 2020 dibuka oleh Presiden Jokowi. Lombanya sendiri selama tiga hari, terhitung sejak 28-30 Oktober 2020, dan tanggal 1 November 2020 penutupan yang menurut rencana ditutup oleh Wakil Presiden atau pejabat yang mewakilinya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pesparani Tingkat Provinsi NTT, Drs. Sinun Pieter Manuk kepada wartawan di Kupang, Kamis (18/7/2019).

Semua peserta akan disambut oleh panitia di Bandara El Tari Kupang mulai tanggal 24 Oktober 2020, lalu diarahkan ke Gedung Pelatihan Pramuka NTT untuk melakukan registrasi, setelah itu diantar ke tempat penginapan masing-masing.

Lalu mengapa para peserta datang lebih awal pada H-3 sebelum pembukaan, menurut dia, untuk melakukan berbagai persiapan, seperti pengenalan panggung, gladi, ambil nada, dan mengikuti upacara pembukaan.

Lomba Pesparani Tingkat Nasional ini akan diikuti 8.500 orang peserta, akumulasi dari 250 orang per provinsi X 34 provinsi di Indonesia. Namun, ia perkirakan, saat pembukaannya nanti akan dihadiri sekitar 20.000 orang di Lapangan Stadion Oepoi Kupang.

Pieter menyebutkan, ada 16 cabang yang dilombakan, antara lain, lomba tingkat anak, lomba tingkat remaja, lomba tingkat dewasa,  lomba paduan suara, lomba cerdas cermat membaca kita suci, lomba mazmur, dan sebagainya.

Baca juga :  Program TP PKK NTT Dibawa Kepemimpinan Bunda Julie Laiskodat

Tempat lomba yang disiapkan panitia antara lain, Gedung Olah Raga (GOR) Flobamora Oepoi Kupang, Gereja Paulus Oepura Kota Kupang, Gereja Santa Maria Asumpta Walikota Baru Kota Kupang termasuk Aulanya, dan Aula El Tari Kupang.

Untuk persiapan peserta Pesparani dari NTT sendiri, lanjut dia,  Bapa Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, selaku penasehat, meminta untuk tidak boleh melakukan audisi, tetapi dalam bentuk lomba.

Artinya, siapa yang juara lomba Pesparani Tingkat Kabupaten/Kota, mereka itulah yang diutus untuk mengikuti lomba Pesparani Tingkat Provinsi NTT nanti, dan yang juara tingkat provinsi itulah yang berhak masuk dalam peserta lomba Pesparani Tingkat Nasional 2020 untuk bersaing dengan 34 provinsi lainnya di Indonesia.

Ia berharap, mulai akhir tahun ini sampai awal tahun depan, semua lomba di tingkat kabupaten/kota sudah terlaksana, sehingga bulan Mei 2020 masuk pada lomba Pesparani Tingkat Provinsi NTT.

“Kita sudah punya pengalaman tahun 2018 lalu, Pesparani Tingkat Provinsi memang lokal, tetapi rasanya seperti suasana nasional. Kita berharap kompetesi di tingkat kabupaten/kota dilakukan segera, sehingga dipersiapkan menuju lomba tingkat provinsi nanti ,”kata dia.

Kegiatan lain menyongsong Pesparani Tingkat Nasional 2020 nanti menjelang H-2, tanggal 25 Oktober 2020 akan melaksanakan festival sarung nusantara di sepanjang Jalan El Tari Kupang dihadiri sekitar 20.000-an orang dari 34 provinsi di Indonesia.

Selain itu, dilakukan pawai karnaval dari Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT menuju Stadion Oepoi Kupang. Sementara,  halaman yang melingkari GOR Flobamora Oepoi Kupang akan dipakai sebagai lokasi Expo Nusantara dari seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Baca juga :  Cegah Penularan Covid-19, PLN ULP Ruteng Bantu APD Pada Masyarakat Matim

Terkait penggunaan badan jalan, pihak panitia akan melakukan koordinasi dengan  Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, dan Polda NTT untuk mengatur arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kita juga menyiapkan sejumlah destinasi wisata bagi para peserta untuk mengisi waktu yang kosong, seperti Pantai Lasiana, Pantai Manikin, Pantai Liman, Pantai Sulamanda (Sudah Lama Aku Menanti Anda), dan puncaknya di Taman Doa Oebelo,” paparnya.

Di Taman Doa Oebelo, seluruh kategori lomba usia anak muda se-Indonesia akan dipertemukan di sana. Ia berjanji, akan membuat hal-hal menarik yang tidak terlupakan oleh anak-anak usia muda termasuk Orang Muda Katolik (OMK) di Kota Kupang dengan 1.000 lilin, diisi dengan renungan atau misa untuk membina wawasan kebangsaan di kalangan anak muda katolik.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Walikota Kupang untuk melaksanakan lomba Pesparani Tingkat Kelurahan di Kota Kupang, sehingga suasana lomba ini terasa di semua level  kalangan masyarakat Kota Kupang.

Ia menginginkan, ada warna baru dalam menyongsong kegiatan akbar itu nanti,  baik dalam bentuk perhiasan di sepanjang jalan dalam Kota Kupang, warna warni lampu campion, dan sebagainya yang memberi kesan tersendiri bagi para peserta yang datang dari luar NTT nanti.

Bagi dia, yang menyambut momen bersejarah  ini, tidak saja hanya panitia, tetapi seluruh warga Kota Kupang khususnya, dan masyarakat NTT dari semua lintas agama ikut menyambutnya.

Baca juga :  SIPD Hadir Untuk Memberikan Kontribusi Positif Terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah
Daya Tampung Hotel Masih Kurang
Hotel Aston Kupang,salah satu hotel berbintang yang akan menjadi tempat penginapan para peserta lomba Pesparani Tingkat Nasional di NTT Tahun 2020 mendatang.

Pieter Manuk, yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT ini mengaku, daya tampung hotel berbintang di Kota Kupang tidak cukup menampung 8.500 orang peserta yang mengikuti lomba Pesparani Tingkat Nasional Tahun 2020 nanti.

Setelah panitia melakukan koordinasi semua hotel berbintang di Kota Kupang total tempat tidur yang dimiliki hanya 6000. Sementara jumlah peserta, 8.500 orang. Solusinya, panitia memanfaatkan semua hotel melati dan tempat penginapan milik instansi pemerintah, seperti penginapan Balai Diklat NTT, penginapan LPMP NTT, penginapan Dinas Sosial NTT, penginapan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, sejumlah Home Stay termasuk rumah penduduk yang memiliki kapasitas daya tampungnya cukup besar dijadikan sebagai tempat penginapan para peserta.

Menyinggung soal plafon anggaran yang direncanakan, Pieter memperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 60 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD I) NTT Tahun 2020 sebesar 50 persen, dan APBN sebesar 50 persen.

Menurut rencana, kegiatan ini akan dilauching paling lambat Maret 2020, atau dilakukan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun NTT tahun ini, sehingga beritanya mulai diviralkan ke publik. (ade)