Persiapan Panitia Pan Indo Hash Nasional 2019 Sudah 95 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Progress persiapan Panitia Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019 di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sudah mencapai 95 persen.

“Semua lokasi yang akan dikunjungi para peserta, baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang yang menjadi tuan rumah Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019 sudah siap.   Kami sudah melakukan uji coba sekaligus simulasi,” kata Ketua Panitia Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019,” Theodorus  Widodo kepada wartawan media ini di Kupang, Jumat (12/7/2019).

Dari target 2000 peserta yang akan menghadiri Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019, yang sudah terdaftar ke meja panitia hingga Jumat, 12 Juli 2019 sudah mencapai  1.800an peserta.  Jumlah itu terdiri dari 1.650 orang peserta dari seluruh daerah di Indonesia termasuk NTT, dan Malaysia. Sedangkan peserta dari Negara  Timor Leste, dan Australia belum mendaftarkan diri ke panitia, kata Theo.

Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019 ini akan dilaksanakan sejak tanggal 1-3 Agustus 2019 mendatang.  Kegiatan yang dilakukan hari pertama, 1 Agustus 2019 penjemputan para peserta di Bandara El Tari Kupang yang ditandai dengan seremonial adat.

Dari Bandara El Tari Kupang, para peserta diantar ke hotel masing-masing. Sekitar pukul 14.00 Wita, para peserta dijemput dari hotel masing-masing menuju Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari untuk berfoto ria.

Baca juga :  Cegah Korupsi, Wagub NTT Minta Pimpinan SKPD Kerja Serius

Selanjutnya, pukul 16.00 Wita, para peserta bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengikuti pawai karnaval bersama dari Kantor Gubernur NTT menuju Restauran Nelayan untuk dinner dan berbagai atraksi hingga malam.

Tanggal 2 Agustus 2019 jam 06.00 pagi, 200 peserta super long yang akan menempuh  perjalanan kaki sepanjang 26 kilo meter dengan titik start dari lapangan tembak Brimod, tepatnya di bawah kaki Gunung Fatuleu.

Para peserta  super long ini akan mendaki setinggi 860 meter di atas permukaan laut. Sementara ketinggian lapangan tembak Brimod 250 meter di atas permukaan laut dan finish di ketinggian 918 meter dari permukaan laut.

Sementara, 1.800 orang peserta lainnya, lanjut dia,  panitia akan menjemput  mereka di hotelnya masing-masing jam 08.00 pagi dengan titik kumpul di seputaran Suba Suka, Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang untuk selanjutnya berkonvoi bersama menuju Gunung Fatuleu dengan titik start lapangan upacara Kantor Kecamatan Fatuleu Tengah, tepatnya di belakang Pasar Oebitneno, Kabupaten Kupang.

1.800  orang ini akan dibagi dalam 3 rute, yaitu kelompok long sejauh 10 kilo meter, kelompok medium sejauh 6 kilo meter, dan kelompok song sejauh 4 kilo meter.

Untuk kelompok long dilepaskan pada pukul 13.00 Wita, diikuti kelompok medium dilepaskan pada pukul 14.00 Wita, dan kelompok song dilepaskan pada  pukul 14.30 Wita semuanya finish di lapangan upacara Kecamatan Fatuleu Tengah.

Baca juga :  Gubernur VBL Gratiskan Swab dan Rapid Test  Bagi Masyarakat NTT  

“Di Fatuleu kita akan memberi kesempatan kepada masyarakat setempat untuk menjual kuliner yang khas Kabupaten Kupang, demontrasi tenun ikat dengan sponsor utama adalah Pemerintah Kabupaten Kupang,”kata Theo.

Pukul 16.00 Wita, para peserta diantar pulang menuju Suba Suka, Kota Kupang untuk melanjutkan kegiatan bazar dan kerajinan tenun ikat NTT, pagelaran budaya, dan lain-lain.

Hari ketiga, 3 Agustus 2019,kegiatannya masih semirip dengan hari kedua, hanya tidak super long lagi. Lokasinya di Pantai Batulesa, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang hingga pukul 16.00 Wita. Dari situ, para peserta menuju Restaurant Timor Raya Peles untuk dinner dan berbagai atraksi lainnya.

Selama kegiatan di Restaurant Timor Raya Peles dan Suba Suka, ujar dia,  panitia kerjasama dengan Dinas P dan K NTT dan Dinas Pariwisata NTT.  Tanggal 4 Agustus 2019 para peserta bergerak menuju ke sejumlah lokasi destinasi wisata di NTT, seperti ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat,  ke Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, 17 pulau di Riung, Kabupaten Ngada, Alor, Sumba, Pulau Sabu, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motain,  PLBN Motamasin, PLBN Wini, dan beberapa daerah lainnya di NTT.

Theo menjelaskan, misi utamanya Pan Indo Hash ini adalah mau mempromosikan dunia pariwisata di NTT, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kita menang Pan Indo Hash 2 tahun yang lalu di Balik Papan. Saat itu pemilihan tuan rumahnya melalui voting, dimana kita menang telak menghadap dua kota dari Sumatra. Waktu itu, kami mengkampanyekan destinasi wisata yang luar biasa dari  NTT, seperti Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Danau Kelimutu di Ende ,dan sebagainya. Kalau bicara pariwisata, daerah lain di Indonesia kalah dengan NTT,” aku Theo.

Baca juga :  Sejumlah Ruas Jalan dan Rumah Warga Desa Aeramo Terendam Banjir

Ia berharap, semua komponen masyarakat NTT mendukung perhelatan akbar nasional ini karena event ini tidak akan sukses tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat.  Kata dia, 90 persen para peserta Pan Indo Hash  Nasional Tahun 2019 ini dari pengusaha yang berusia 45 tahun  ke atas. Mereka datang menikmati destinasi wisata di NTT, menikmati kuliner khas NTT, dan sebagainya.

Terkait respon pemerintah daerah, terutama Pemprov NTT, Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang yang adalah tuan rumah kegiatan Pan Indo Hash Nasional Tahun 2019 ini, kata Theo, responnya cukup bagus.(ade)