Enam Ekor Komodo Dikembalikan ke Habitat Aslinya di Flores

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Enam ekor komodo yang sempat disita Polda Jawa Timur (Jatim) sebagai barang bukti (BB) saat penangkapan pelaku perdagangan secara ilegal ke luar negeri beberapa waktu lalu, saat ini siap dikembalikan ke habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Enam ekor komodo itu diserahkan Polda Jatim melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur kepada BBKSDA Nusa Tenggara Timur (NTT) ke habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada, Senin, 15 Juli 2019 mendatang.

Menurut rencana, berita acara serah terima enam ekor komodo ini disaksikan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), dalam hal ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Ngada, Kapolda NTT, Kapolres Ngada, Dandim Ngada, dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga :  Update 25 September 2020, NTT Tambah Lima Positif Covid-19

Enam ekor komodo ini, merupakan barang bukti (BB) saat penangkapan pelaku oleh Polda Jatim sebelumnya. “Pengadilan Negeri (PN) Surabaya  yang menyidangkan pelaku penjualan ilegal enam ekor komodo itu memperbolehkan kita mengembalikan komodo itu ke habitat aslinya di Pulau  Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada,” kata Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara kepada wartawan di Kupang, Kamis (11/7/2019).

Siklus pemulangan enam ekor komodo itu diterbangkan melalui pesawat dari Surabaya transit Bali, dan diturunkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.  Selanjutnya, dari Labuan Bajo dengan perjalanan darat menuju habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada.

Karena enam ekor komodo ini adalah barang bukti (BB), maka prosedur penyerahannya diawali dari aparat hukum diserahkan ke BBKSDA Jawa Timur. Kemudian, BBKSDA Jawa Timur menyerahkan ke BBKSDA NTT, selaku manajemen authority.

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara didampingi Kepala Bidang Teknis,  Zaidy, Kepala Seksi P3, Imanuel Ndun, dan Mugi Kurniawan saat ngopi bareng bersama wartawan  di Kantor BBKSDA NTT, Kamis (11/7/2019).

“Selaku manajemen authority, kami BBKSDA NTT berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat di Riung, untuk secara bersama-sama menjaga satwa yang ada ditandai dengan penandatanganan berita acara,”kata Timbul.

Baca juga :  Gubernur NTT Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Kupang

Awalnya, menurut Timbul, enam ekor komodo itu belum diketahui habitat aslinya.Tetapi, setelah dilakukan pengkajian dan penelitian tes DNA oleh LIPI Jakarta kerjasama dengan WCS Jakarta diketahui bahwa enam ekor komodo tersebut berasal dari  Pulau  Ontoloe, Riung, Kabupaten Ngada bukan dari Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat.

Ketika ditanya, mengapa tidak dilepaskan di TNK, Kabupaten Manggarai Barat untuk disatukan dengan komodo lain di sana, jawab Timbul, takutnya dimangsa oleh komodo besar di TNK. Sebab,  ukuran komodo dari Pulau Ontoloe ini sangat kecil.

“Kami pun tidak berani melalui proses habitat, karena harus diuji dulu kesehatan, dan sifat-sifatnya,” tutup dia. (ade)