KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Minggu, 30 Juni 2019 pukul 15.15 Wita, Balai Besar KSDA NTT melalui SKW IV Maumere menerima informasi dari masyarakat mengenai terdamparnya seekor lumba-kumba di Pantai Doreng, Kabupaten Sikka.

Informasi yang diterima media ini melalui group WhatsApp Media Mitra BBKSDA NTT  menyebutkan, atas laporan masyarakat itu, selanjutnya Kepala SKW IV Maumere beserta 2 petugas menindaklanjuti laporan tersebut dengan menuju ke lokasi dan tiba pada pukul 16.55 Wita.

Dari hasil cek lokasi kejadian, diperoleh informasi bahwa seekor satwa lumba-lumba ditemukan mati dan terdampar pada Kamis, 27 Juni 2019 sekitar jam 10.00 Wita di Pantai Doreng, Dusun Hepang, RT/RW 018/007, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka oleh masyarakat bernama Simpi Karisdunan.

Baca juga :  205 KK Terima Sembako dari UPP Kelas II Labuan Bajo

Simpi Karisdunan menyampaikan penemuan lumba-lumba terdampar kepada masyarakat setempat. Sayangnya, tidak diketahui siapa oknum yang membagikan bangkai lumba-lumba tersebut dipotong-potong dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Menyikapi hal tersebut kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere mengambil langkah pertama, mengumpulkan masyarakat dan memberikan sosialisasi bahwa berdasarkan Undang Undang No. 5 Tahun 1990 terdapat beberapa biota perairan yang dilindungi, seperti  penyu, paus, lumba-lumba, hiu dan lain-lain.

Kedua, meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan satwa liar dilindungi undang-undang tersebut mengalami kematian.

Ketiga, mengacu kepada undang-undang Nomor :  5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (pasal 21, ayat 1) dinyatakan bahwa setiap orang dilarang untuk   mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Baca juga :  Wakapolri Kunjungi RSUD Komodo

Keempat, selanjutnya akan dilanjutkan peningkatan patroli terpadu dengan melibatkan aparat terkait, masyarakat, dan pemasangan papan informasi agar kejadian serupa dapat dihindarkan. (ade)