BBKSDA NTT Selamatkan Komodo dari Pemukiman Warga

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com -Balai Besar KSDA NTT melalui Bidang KSDA Wilayah II, Seksi Konservasi Wilayah III bersama Aparat Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim)  dan Yayasan Komodo Survival Program Berjibaku  berhasil menyelamatkan seekor biawak komodo (Varanus Komodonesis Ouwens) yang memasuki Kampung Tanjung, Desa Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (28/6/2019).

Informasi yang diterima media ini melalui group WhatsApp Media Mitra BBKSDA NTT  menyebutkan, keberadaan biawak komodo di Kampung Tanjung, Desa Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur berawal dari informasi masyarakat setempat ke petugas Resort KSDA,  Jumat, 28 Juni 2019 sekitar pukul 15.00 Wita.

Atas laporan masyarakat itu, selanjutnya petugas dari Bidang KSDA Wilayah II, SKW III segera bergegas menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP)  pada  titik koordinat  S 08°19,703’ – E 120°42,895’.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Berdasarkan keterangan warga setempat bernama Busra, biawak komodo  itu masuk ke pemukiman warga kemudian dihalau dan masuk ke bangunan toilet milik masyarakat.  Atas inisiatif warga demi menjaga keamanan satwa, akhirnya  biawak komodo itu diamankan dengan cara  diikat tali nilon.

Berdasarkan analisa perilaku, biawak komodo memasuki pemukiman warga karena dalam proses penjelajahan untuk mencari pasangan saat musim kawin (Juni s/d Agustus), kondisi biawak komodo juga masih dalam kondisi agresif.

Untuk menghindari keramaian warga,  Petugas BBKSDA NTT membawa komodo itu ke tempat yang lebih aman di Pusat Informasi Komodo milik saudara Arsyad di Pota. Selanjutnya, petugas BBKSDA, didampingi Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten  Manggarai Timur, Edi Kurniawan dan Wawan Siswanto, melakukan pengambilan data biometrik melalui pengukuran dan penandaan.

Baca juga :  NTT Pembaruan dan Berita Antara Terima Penghargaan dari Basarnas

Pengukuran individu satwa komodo dan penandaan dilaksanakan padaSabtu ,29 Juni  2019 dengan data sebagai berikut ,  jenis kelamin jantan, ID tag 000706D12C, panjang total 225 cm dan berat 33,8 kg, kondisi satwa sehat, serta umur telah memasuki fase dewasa.

Dalam kesempatan tersebut, tim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatanan Riung dan Kecamatan Sambi Rampas. Pihak Pemerintah Kecamatan Riung sangat mendukung upaya pelestarian komodo/rugu yang ada di wilayah Kecamatan Sambi Rampas.

Biawak komodo telah dilepasliarkan kembali pada Minggu, 30 Juni 2019 di Watu Pajung  dengan pertimbangan pertama,  merupakan habitat aslinya, kedua, dekat dengan pos pemantauan/ pengamanan untuk memudahkan monitoring oleh petugas.

Ketiga,  dekat dengan sumber makanan (satwa mangsa, seperti monyet ekor panjang dan kerang-kerangan tersedia dengan cukup baik).  Pelepasliaran Komodo telah dilengkapi dengan dokumen Berita Acara Pelepasliaran satwa dilindungi Nomor : BA.169/K.5/BKWII/KSA/6/2019, tanggal 30 Juni 2019. (ade)