KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Pada Tahun Akademik 2019/2020, kuota penerimaan calon mahasiswa baru untuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM UYELINDO)  Kupang sebanyak 300-an orang.

Lembaga ini sudah membuka pendaftaran gelombang pertama sejak 18 Februari -29 Juni 2019, dan hingga Senin, 24 Juni 2019 sudah 150-an calon mahasiswa yang mendaftarkan diri, atau sudah melebihi setengah dari kuota yang ditargetkan.

“Ada tiga program studi (Prodi) yang kami siapkan, yakni Sistem Informasi  jenjang S1, Teknik Informatika jenjang S1, dan Teknik Informatika jenjang D3 yang semuanya terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT),” sebut Ketua STIKOM UYELINDO Kupang, Marinus I.I.Lamabelawa, S.Kom,M.Cs saat ditemui media ini di kampusnya, Senin (24/6/2019).

Baca juga :  Kepala BPN Mabar Serahkan 200 Sertifikat Tanah di Desa Galang

Gelombang II dibuka sejak 1 Juli – 10 Agustus 2019. Syarat-syarat pendaftaran, yakni pas foto warna ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar, foto kopi ijazah dan transkrip nilai, 2 lembar, bagi mahasiswa transfer dilengkapi transkrip nilai dan surat pindah dari kampus asal, serta bagi mahasiswa Warga Negara Asing (WNA) dilengkapi dengan KITAS plus surat izin belajar, baik secara manual maupun online.

Selain menerima mahasiswa murni, lembaga ini juga membuka kelas khusus untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta dengan waktu perkuliahannya untuk hari Senin –Jumat setelah pulang kantor mulai pukul 17.00 Wita – pukul 21.00 Wita. Khusus pada hari Sabtu perkuliahannya dimulai jam 08.00 pagi hingga pukul 17.00 Wita (jam 5 petang).  Setiap mahasiswa yang mendaftar langsung dites, baik secara tertulis maupun wawancara, yang hasilnya langsung diketahui oleh calon mahasiswa tersebut.

Baca juga :  Warga Mabar Pertanyakan Proyek Persemaian Modern di Labuan Bajo

Tes komulatif atau tes terbuka untuk keseluruhan calon mahasiswa baru, menurut rencana akan dilangsungkan setelah pendaftaran gelombang II pada bulan Agustus 2019 mendatang.

Kemudian jadwal pra Ordik sejak 19-20 Agustus 2019, diikuti dengan Ordik sejak 21 – 23 Agustus 2019, dan dilanjutkan dengan perkuliahan mulai 26 Agustus 2019.

Menyinggung soal biaya perkuliahan, ia menyebutkan, untuk mahasiswa murni jenjang S1 rata-rata sebesar Rp 5 juta – Rp 6 juta per semester. Sedangkan untuk jenjang D3 sebesar Rp 3,3 juta per semester.

Sedangkan biaya perkuliahan untuk kelas khusus bagi PNS dan pegawai swasta, lanjut dia, hanya menambah sebesar Rp 1,5 juta dari mahasiswa murni. Uang tambahan itu untuk biaya konsumsi selama jam kuliah setiap hari atau mereka makan minum di dalam kampus.

Baca juga :  Gubernur VBL Audiens dengan IAI NTT

Lembaganya juga membuka ruang bagi orangtua mahasiswa untuk memantau langsung perkembangan anak-anaknya secara online, baik terkait nilai maupun registrasi keuangan yang dibayar setiap semester. (ade)