FD Menilai Pergeseran APBD NTT Sebagai Bentuk Manipulasi Dokumen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo menilai, pergeseran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD I) NTT Tahun 2019 sebagai bentuk manipulasi dokumen.

Winston Rondo mengatakan hal itu saat memberikan keterangan pers  di ruang Fraksi Demokrat  (FD) Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT), Jumat (14/6/2019).

Pergeseran  sejumlah item program dan proyek pembangunan  Tahun 2019 dalam APBD I yang  dilakukan Pemprov NTT itu, menurut dia, dilakukan secara sepihak dan tidak melalui pembahasan bersama dengan DPRD NTT.

Menurut Winston, dokumen yang dibahas dan ditetapkan oleh DPRD NTT berbeda dengan dokumen yang dibuat eksekutif.  “Ini yang namanya manipulasi dokumen, dan  pengubahan dokumen yang dilakukan secara sepihak oleh eksekutif itu merupakan pelanggaran administrasi,” tandasnya.

Baca juga :  Menjaga Netralitas ASN Pada Pilkada 2020, Mendagri Menolak 4.156 Usulan Mutasi

Ia menyebutkan, dokumen yang tidak sesuai dengan pembahasan bersama antara Pemprov NTT dan DPRD NTT sebelumnya, yakni Perda APBD, rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), proses tender dan dokumen lainnya.

Terhadap persoalan itu, Winston mendesak  Pemprov NTT untuk segera memberikan penjelasan secara detail terkait pergeseran APBD NTT Tahun 2019 sebesar sebesar Rp 60 miliar tersebut.

Sementara Leonardus Lelo yang juga Anggota FD DPRD NTT mendesak aparat penegak hukum untuk membawa kasus ini ke rana hukum.  Bagi dia, kasus seperti ini merupakan pelanggaran kejahatan keuangan yang merugikan keuangan negara.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemprov NTT menjelaskan secara terbuka kepada seluruh anggota  DPRD NTT dan seluruh masyarakat NTT. Sebab, anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD adalah uang rakyat. (ade)