Muhsin : P4 Perlu Dimasukan Dalam Kurikulum Sekolah

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Haji  Muhsin Talib saat berdialog dengan para undangan halal bilahal di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur  (BPS NTT), Senin (10/6/2019) kembali mengingatkan kepada pemangku kepentingan negara ini untuk kembali memasukan memasukan pendidikan Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4), dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada kurikulum sekolah.

Mengapa P4 dan mata pelajaran PMP dihidupkan kembali, untuk mengingatkan kepada generasi penerus bangsa ini tentang pentingnya hidup bertoleransi, sopan santun, dan saling menghargai terhadap sesama.

“Para pendiri bangsa Indonesia dahulu meletakan pancasila sebagai dasar negara  untuk menyatukan seluruh perbedaan. Tetapi, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya itu sudah mulai luntur saat ini. Karena apa, motivasi kita adalah motivasi duniawi, bukan motivasi kemanusiaan ,” kata Haji Muhsin menjawab pertanyaan salah satu undangan halal bihalal saat itu.

Baca juga :  Basarnas Kupang Berhasil Evakuasi Kapal Penampung Ikan yang Mengalami Lost Contact

Dulu, kata Muhsin, tingkat kepedulian terhadap sesama itu sangat tinggi. Tetapi, realita yang terjadi sekarang untuk membantu orang saja selalu identik dengan materialis, atau membantu orang lain selalu memikirkan balasannya.

Yang diutamakan saat ini, menurut dia, adalah kepentingan duniawinya bukan kepentingan kemanusiaan. Karena itu, menurut hemad dia, perlu diajarkan kembali nilai –nilai pancasila melalui pendidikan P4 dan PMP yang dimasukan dalam kurikulum sekolah nanti.

Ia mencontohkan dirinya saat menjadi kepala sekolah di salah satu sekolah negeri di NTT tempo dulu. Dimana, rasa saling menghormati antara sesama siswa, siswa dengan guru, sesama guru, dan guru dengan kepala sekolah sangat nampak dalam prilaku kehidupan sehari-hari.

Baca juga :  Agustus 2020, NTT Mengalami Deflasi 0,71 Persen

“Saya sendiri selaku kepala sekolah saat itu, setiap pagi berdiri di depan pintu gerbang masuk sekolah untuk memberi salam satu persatu kepada anak didik, rekan guru dan para pegawai. Anak-anak yang nakal saya rangkul lalu diberi nasehat untuk mengubah mainsetnya, sehingga anak itu bisa menjadi manusia yang baik. Sebagai pemimpin, kita harus memberi contoh kepada anak-anak bahwa sopan santun itu sangat penting.,” kata Haji Muhsin. (ade)