KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang sedang dibangun saat ini akan menjadi sumber air baku dan daerah irigasi bagi tiga kabupaten di daratan Timor, yakni TTS, Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka.  

Pembangunan Bendungan Temef  yang dimulai sejak 5 Januari 2018 lalu itu terdiri dari 2 paket pekerjaan konstruksi dan 1 paket supervisi.  Hingga tanggal 19 Mei 2019 telah berjalan sampai bulan ke 17 (tujuh belas), atau pada tahun kedua dari rencana pelaksanaan 5 tahun sesuai kontrak tahun jamak (MYC) 2017-2022, dengan pencapaian progres fisik terhadap kontrak MYC Pembangunan Bendungan Temef paket I adalah sebesar 14,635 persen terhadap progres rencana sebesar 12,532 persen, dimana terjadi deviasi  lebih kurang 2,103 persen .

Penyerapan keuangan terhadap progres fisik yang telah dicapai berdasarkan kontrak tahun jamak (MYC) sebesar 16,278 persen atau setara Rp 131,581 milyar. Untuk Pembangunan Bendungan Temef paket II, pencapaian progres fisik terhadap kontrak MYC adalah sebesar 26,433 persen dari progres rencana sebesar 21,74 persen dengan deviasi yang terjadi sebesar lebih kurang 4,693 persen.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

Penyerapan keuangan terhadap progres fisik yang telah dicapai berdasarkan kontrak tahun jamak (MYC) sebesar 21,74 persen dengan deviasi yang terjadi sebesar lebih kurang  4,693 persen.  Penyerapan keuangan terhadap progres fisik yang telah dicapai berdasarkan kontrak tahun jamak (MYC) sebesar 24,05 persen atau setara Rp 131,644 milyar.

Sedangkan penyerapan keuangan supervisi terhadap kontrak tahun jamak (MYC) adalah sebesar 24,92 persen atau setara Rp 13,999 milyar terhadap progres realisasi sebesar 29,102 persen dari progress rencana sebesar 29,102 persen, dimana terjadi deviasi sebesar 0.00 persen.

Hal itu dipaparkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Bendungan Satker NVT Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frengky Welkis didampingi Pelaksana Teknik Pembangunan Bendungan Temef, Victor Frederick,ST kepada wartawan di Kupang, Senin (27/5/2019).

Inilah progress terkini Pembangunan Bendungan Temef, Kabupaten TTS.

Dari sisi manfaat, bendungan ini nantinya digunakan untuk kebutuhan daerah irigasi kurang lebih 4.500 hektar, untuk kebutuhan air baku, 131 liter/detik, untuk pembangkit listrik tenaga mikro (PLTM) 2 X 1,0 MW, dan sebagai salah satu daerah destinasi wisata di daratan Timor.

Baca juga :  Kabar Gembira, Angka Kasus Covid-19 di Mabar Terus Menurun

Tahun ini, dana yang disiapkan kurang lebih sebesar Rp 207 milyar masing-masing, paket I, sebesar  Rp 107 miliar dan paket II, sebesar  Rp 100 milyar dari rencana alokasi anggarannya sebesar Rp 600 milyar.

Walaupun dana yang tersedia hanya sebesar Rp 207 miliar, namun ia optimis,  pekerjaan tetap berjalan normal, sedangkan anggarannya akan disesuaikan dari belakang.

Sekedar diketahui, kontraktor pelaksana pekerjaan paket I, pekerjaan bangunan utama atau tubuh bendungan, yang  meliputi saluran pengambilan  termasuk saluran pengelakan sungai dikerjakan PT. Waskita Karya (WK) KSO dengan PT. Bangun Nusa.   Sedangkan kontraktor pelaksa untuk paket II, yakni pekerjaan bangunan pelimpah dikerjakan PT. Nindia Karya (NK) KSO dengan PT. Bina Nusa Lestari .

Kontraknya  memang sudah dilakukan tahun 2017, tetapi Surat Perintah Melaksanakan Kerja(SPMK) terhitung sejak 5 Januari 2018 – 13 April 2022 atau 1.560 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Baca juga :  Polres Mabar Vaksinasi Presisi Bagi Masyarakat Umum

Pembangunan 7 bendungan di NTT ini merupakan komitmen pemerintah pusat  untuk masyarakat di Provinsi NTT.

Tujuh bendungan yang dijanjikan itu,  yaitu Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang,  Rotiklot, Kabupaten Belu, Napun Gete, Kabupaten Sikka, Temef, Kabupaten TTS, Kolhua, Kota Kupang,  Lambo/Mbay, Kabupaten Nagekeo,  dan Manikin, Kabupaten Kupang.

Dari tujuh bendungan itu, 2 diantaranya telah selesai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni  Bendungan Raknamo dan  Rotiklot. Sementara 3 lainnya dalam proses konstruksi, yakni  Bendungan Napun Gete, Temef dan Manikin disusul 2 bendungan berikutnya yang sementara dalam proses perencanaan teknis, yaitu  Bendungan Kolhua dan Lambo/Mbay. (ade)