KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Tahun ini Lembaga Universitas Terbuka (UT) yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia menambah satu program studi (Prodi) Manajemen Pariwisata jenjang S1.

“Kami melihat jurusan ini cocok untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan salah satu daerah destinasi wisata utama di Indonesia, setelah Bali. Karena itu, kami membuka tambahan Prodi Manajemen Pariwisata. Sehingga dengan demikian jumlah Prodi yang ada di UT dari 33 Prodi menjadi 34 Prodi ,” kata Direktur UPBJJ UT Kupang, Drs. Yos Sudarso,M.Pd kepada media ini di Kupang, Rabu (15/5/2019).

Kata Yos, selama ini, UT hanya memiliki 33  Prodi jenjang S1, dan 10 Prodi jenjang S-2. Namun, dengan adanya penambahan Prodi Manajemen Pariwisata, maka total Prodi yang ada di UT sudah menjadi 34 Prodi tersebar di semua provinsi di Indonesia, dan 33 negara di dunia.

Baca juga :  Bertemu Para Petani, Bupati Korinus Mengucap Syukur Atas Kedatangan Mentan RI

Prodi Manajemen Pariwisata di NTT, menurut dia,  sangat tepat di NTT yang memiliki potensi wisata alamnya cukup bagus, seperti Taman Nasional Komodo (TNK), Palau Bidadari, Pulau Rinca, Pulau Tidar, Pulau Padar dan beberapa lokasi destinasi wisata lainnya yang menarik di NTT.

Ia mengaku, sangat terpesona dengan kondisi alam NTT yang begitu indah ditambah lagi dengan keberadaan binatang varanus komodo yang merupakan salah satu keajaiban dunia,  sehingga membuat orang tertarik untuk datang ke NTT. Ke depan, obyek wisata NTT akan menjadi tujuan utama, setelah Bali.

“Untuk menangkap peluang itu, maka kita siapkan tenaga ahlinya di bidang pariwisata melalui Prodi Manajemen Pariwisata yang mulai tahun ini dibuka. Pendaftarannya secara online dari semua jurusan alumni SMA/SMK atau Sederajat tanpa mengenal batas usia,” urainya.

Baca juga :  Gubernur VBL Dukung Laut NTT Akan Dilintasi KLTS 

Lebih lanjut, Yos menjelaskan, UT adalah belajar jarak jauh bermodalkan handphone android dengan menggunakan modul, dan belajar mandiri di rumah tanpa menyita waktu bekerja.

Contohnya, ketika dirinya ke Sumba Barat Daya (SBD), mahasiswanya langsung simulasi dengan menggunakan android dan bahan ajarnya disesuaikan dengan keadaan saat ini yang dibutuhkan masyarakat dengan menggunakan sistem digital.

Menjawab wartawan media ini terkait animo masyarakat NTT masuk UT,  kata Yos, animonya cukup tinggi. Saat ini, jumlah mahasiswa UT di NTT sebanyak 17.000 lebih, namun yang aktif hanya 11.893 orang saja.

UT tidak dipungut uang pembangunan, kecuali uang SKS sebesar Rp 35.000 per SKS yang dibayar melalui rekening Bank Mandiri, BTN, dan BRI dengan sistem kuliah bekerja sambil belajar.

Baca juga :  Wagub NTT Terima Kasih Atas Prestasi Raju di PON XX Papua

Begitupun ujiannya sangat fleksibel, bisa mengikuti ujian dimana saja. Misalnya, mahasiswa UT yang belajar di Manggarai bisa mengikuti ujian di Belu, asalkan melaporkan kepada penanggungjawab setempat di daerah itu. Waktu ujiannya sendiri tidak mengganggu jam kerja, yakni setiap hari Sabtu dan Minggu. (ade)